Sukabumi Update

Kemarau Belum Usai, BPBD Sukabumi Salurkan 215.000 Liter Air Bersih ke Warga Nagrak

Distribusi penyaluran air bersih di wilayah Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jumat (18/9/2026). (Sumber : Istimewa.)

SUKABUMIUPDATE.com - Dampak kemarau yang mengakibatkan kekeringan masih dirasakan warga di sejumlah wilayah Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi. Demi mengatasi hal tersebut dan memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, BPBD Kabupaten Sukabumi melalui P2BK Nagrak terus melakukan pendistribusian air secara bertahap.

Berdasarkan catatan Peta Sebaran Dampak Kekeringan Kecamatan Nagrak periode 1 Agustus hingga 17 September 2026, total air bersih yang telah disalurkan mencapai 205.000 liter.

Distribusi tersebut menyasar sejumlah kampung di tiga desa, yakni Desa Cisarua, Desa Balekambang dan Desa Nagrak Utara.

P2BK Nagrak, Winda Tri Sutrisno atau yang akrab disapa Miky, mengatakan kondisi kekeringan mulai dirasakan warga sejak memasuki musim kemarau pada awal Juli 2026.

Baca Juga: Baros-Sagaranten 46 Km, Ruas Jalan Terpanjang di Sukabumi yang Ditangani Pemprov Jabar

"Awal Juli juga memang sudah mulai kekurangan air. Warga sudah mulai mencari sumber air, minta ke tetangga yang ada pakai Pamsimas, yang ada pakai PDAM," ujar Miky kepada Sukabumiupdate.com.

Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena sejumlah sumber air warga mulai berkurang. Bahkan, sebagian sumur mengalami kekeringan sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Memang kondisi sumurnya pada mengering, sumber mata air susah dan sudah menipis, jadi sedikit. Sumur pun ada yang masih ada airnya, tapi kalau ditarik pakai pompa cuma sebentar, sedikit," katanya.

Sebelum bantuan air bersih disalurkan, sebagian warga memenuhi kebutuhan dengan membeli air isi ulang maupun air mineral.

Baca Juga: Tangan Terlilit Hingga Nyaris Putus, Perempuan ODGJ di Waluran Sukabumi Histeris

"Kebutuhan sehari-hari mereka membeli yang galon, membeli air mineral ataupun membeli isi ulang galon," ujar Miky.

Permintaan bantuan air bersih dari Pemerintah Desa Cisarua mulai diajukan sejak 24 Juli 2026. Setelah itu, pendistribusian dilakukan secara bertahap sesuai kondisi dan kebutuhan warga di lapangan.

Di Desa Cisarua, distribusi air bersih menjadi yang paling banyak dilakukan dengan total 130.000 liter. Salah satu titik yang mendapat distribusi berulang yakni Kampung Cicangkore.

Berdasarkan data P2BK Nagrak, Kampung Cicangkore menerima bantuan air bersih sebanyak enam kali dengan total 71.000 liter. Distribusi dilakukan pada 8 Agustus, 21 Agustus, 26 Agustus, 28 Agustus, 4 September dan 11 September 2026.

Baca Juga: Lagi Berenang, Santri di Nagrak Sukabumi Terkena Anak Panah di Kepala

Selain Cicangkore, penyaluran di Desa Cisarua juga menyasar Kampung Citongtonghot, Baru Jagong, Babakan, Cibodas dan Kubang.

Sementara di Desa Balekambang, distribusi air bersih mencapai 55.000 liter yang disalurkan ke Kampung Warung Kawung, Jelegong, Talun Peuntas dan Pondok Tisuk.

Sedangkan di Desa Nagrak Utara, bantuan air bersih yang disalurkan mencapai 20.000 liter untuk warga di Kampung Cipetir dan Bauan, Pangkalan serta Sinagar.

Pendistribusian air bersih tersebut dilakukan berdasarkan laporan kejadian kekeringan serta permohonan bantuan dari masyarakat melalui pemerintah desa.

Miky mengatakan, penyaluran air dilakukan melalui pendataan terlebih dahulu agar bantuan yang dikirim sesuai dengan kebutuhan warga terdampak.

Baca Juga: Jangan Lewatkan Fenomena Venus Greatest Brilliancy Malam Ini, Cek Waktu Melihatnya

"Didata dulu biar mencukupi kebutuhan untuk pendistribusian, baru titik ditentukan waktu pengiriman," katanya.

Meski hujan sempat turun di wilayah Nagrak pada Rabu (16/9) malam, kondisi tersebut belum banyak berdampak terhadap ketersediaan air warga.

"Nagrak mah sedikit hujannya, paginya garing lagi," ujar Miky.

Ia menyebut kondisi kekeringan tahun ini relatif sama dengan tahun sebelumnya. Sejumlah titik yang terdampak juga merupakan wilayah yang kembali mengalami kesulitan air saat musim kemarau.

"Untuk wilayah Cisarua memang cukup signifikan dampak kekeringan tahun sekarang. Tahun kemarin pun sama, hampir sama," katanya.

Pendistribusian air bersih masih berlanjut. Pada Jumat (18/9), P2BK Nagrak kembali menyalurkan 10.000 liter air bersih ke wilayah Desa Cisarua untuk sekitar 75 kepala keluarga terdampak kekeringan.

Baca Juga: Sempat Menghilang, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Tanggapi OTT KPK di BPN Bogor

Dengan tambahan distribusi tersebut, total sementara air bersih yang telah disalurkan BPBD Kabupaten Sukabumi melalui P2BK Nagrak mencapai 215.000 liter.

“Hari ini baru dua rit, masih ada dua rit lagi, satu ritnya itu 5.000 liter. Kalau dua rit berarti 10.000 liter air,” ujar Miky.

Distribusi tersebut terlaksana melalui kerja sama PT RPI, Pemerintah Desa Cisarua, BPBD Kabupaten Sukabumi dan PMI Kabupaten Sukabumi.

P2BK Nagrak masih melakukan pemantauan terhadap wilayah yang mengalami kesulitan air bersih selama kondisi kemarau berlangsung.

 

Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT