SUKABUMIUPDATE.com - Suasana malam di Kampung Sekarwangi, RT 001/RW 20, Desa/Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, mendadak berubah menjadi kepanikan. Saat sebagian besar warga tengah terlelap, kobaran api tiba-tiba membesar dan melalap rumah warga, Sabtu (19/9/2026) dini hari.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Api pertama kali diketahui muncul dari bagian bawah rumah milik Trismediansyah (60). Dalam hitungan waktu, kobaran api membesar dan merambat ke sejumlah rumah di sekitarnya.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cibadak, Mawaldi, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui oleh ketua RW setempat yang rumahnya berada tak jauh dari lokasi.
"Saat itu malam dan warga sedang tidur. Tiba-tiba terlihat api sudah besar dari bagian bawah rumah," ujar Mawaldi.
Menurutnya, rumah milik Trismediansyah menjadi bangunan pertama yang terbakar. Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik.
Baca Juga: Puluhan Tahun Dinanti, Perbaikan Jalan Kabupaten di Citamiang Mulai Direalisasikan
Saat api diketahui, penghuni rumah masih berada di dalam bangunan. Warga pun berupaya membangunkan dan menyelamatkan penghuni sebelum kobaran api semakin membesar.
Tak hanya satu rumah, api dengan cepat merambat hingga menghanguskan total empat rumah warga. Warga bersama petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api di tengah suasana dini hari.
Setelah sekitar 45 menit berjibaku, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.45 WIB.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kebakaran meninggalkan kerugian besar bagi warga. Sejumlah harta benda ikut hangus, mulai dari perabotan rumah tangga, pakaian hingga dokumen penting keluarga.
Dokumen yang terbakar di antaranya KTP, kartu keluarga (KK), sertifikat tanah, buku nikah, dan ijazah.
"Kerugian diperkirakan sekitar Rp750 juta," ungkap Mawaldi.
Baca Juga: Kabar Duka! Aries Garasi Meninggal Dunia, Aiu Ratna dan Fedi Nuril Sampaikan Duka
Kebakaran tersebut juga membuat lima kepala keluarga yang terdiri dari 11 jiwa harus meninggalkan tempat tinggal mereka. Untuk sementara, para korban mengungsi ke rumah saudara.
Selain tempat tinggal, kebutuhan dasar warga terdampak juga ikut terganggu. Saat ini, mereka membutuhkan bantuan berupa material bangunan, peralatan rumah tangga, makanan, serta terpal.
Penanganan pascakebakaran melibatkan P2BK Cibadak bersama perangkat Desa Cibadak, Tagana, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, petugas Damkar Posko V Cibadak, Posko IV Parungkuda, Posko VI Cisaat, PLN Cibadak, serta warga sekitar.
Hingga penanganan selesai, tidak ada laporan korban jiwa. Namun, bagi lima keluarga terdampak, malam itu menjadi malam panjang yang menghanguskan tempat tinggal sekaligus sebagian harta benda dan dokumen penting mereka.
Editor : Asep Awaludin