Sukabumi Update

Syukuran Bumi ke-4 di Ciracap, Tradisi Petani Sukabumi Diusulkan Jadi Agenda Tahunan

Syukuran Bumi ke-4 di Ciracap, Kabupaten Sukabumi. (Sumber: SU/Ragil Gilang)

SUKABUMIUPDATE.com – Para petani Desa Pasirpanjang, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, kembali menggelar Syukuran Bumi untuk keempat kalinya. Kegiatan yang berlangsung 2–19 September 2026 tersebut menjadi momentum masyarakat untuk mengungkapkan rasa syukur atas hasil bumi sekaligus menjaga keberlangsungan seni dan budaya lokal.

Syukuran Bumi dipusatkan di Pasir Bungbulang, Dusun Cisumur, Desa Pasirpanjang. Beragam kegiatan digelar dalam rangkaian acara tersebut, mulai dari pertunjukan seni dan budaya, olahraga, perlombaan tandur, narik gabah atau ngepok, hingga tarik layang-layang.

Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat dari lima kedusunan dan 21 kelompok tani di Desa Pasirpanjang.

Sejumlah unsur turut hadir dalam puncak Syukuran Bumi, di antaranya Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Andri Hidayana, Ketua DPC PPP Kabupaten Sukabumi, perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, BPP Kecamatan Ciracap, Ketua Jampang Tandang Makalangan, serta unsur Muspika Kecamatan Ciracap.

Kepala Desa Pasirpanjang Mamat Slamet mengatakan, Syukuran Bumi merupakan agenda tahunan masyarakat sebagai bentuk rasa syukur para petani atas berkah hasil pertanian.

“Ini Syukuran Bumi yang keempat, dilaksanakan dari tanggal 2 sampai 19 September 2026. Ini agenda tahunan, di mana para petani melaksanakan syukuran atas berkah dari hasil bumi,” kata Mamat.

Baca Juga: Kabar Duka, Mantan Gubernur Jabar Periode 2003-2008 Danny Setiawan Tutup Usia

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut, termasuk Pemerintah Kecamatan Ciracap, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, serta Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Andri Hidayana.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Andri Hidayana menilai Syukuran Bumi memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi agenda yang lebih luas.

Menurutnya, antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa tradisi pertanian dapat dipadukan dengan seni, budaya, olahraga, dan berbagai aktivitas kemasyarakatan.

“Alhamdulillah, hari ini di Desa Pasirpanjang dilaksanakan Syukuran Bumi yang keempat. Kegiatan ini merupakan momentum yang sangat baik, terutama dalam konteks pertanian,” ujar Andri.

Ia mengatakan telah berkomunikasi dengan Dinas Pertanian dan Bupati Sukabumi mengenai kemungkinan menjadikan Syukuran Bumi sebagai salah satu agenda tahunan Kabupaten Sukabumi dalam rangka memperingati Hari Tani.

“Ke depannya ini menjadi ikon di Kabupaten Sukabumi dalam rangka memperingati Hari Tani. Sehingga ke depan mungkin menjadi agenda rutin tahunan dan masuk kalender kegiatan,” katanya.

Baca Juga: Dugaan Pemerasan Kelompok Tani di Sukabumi, 2 Pria Ngaku LSM KPK Diciduk Polisi

Andri menyebut Desa Pasirpanjang merupakan salah satu wilayah yang menjadi pemrakarsa Syukuran Bumi tersebut. Karena itu, apabila kegiatan nantinya dikembangkan dengan cakupan lebih luas, sejarah dan peran masyarakat Pasirpanjang sebagai perintis harus tetap dipertahankan.

“Ketika sudah menjadi salah satu ikon kabupaten, kita tidak melupakan yang merintis dan menggagas. Tentu ke depannya mengenai pemilihan tempat dan lainnya atas kesepakatan bersama,” ujarnya.

Ia juga membuka peluang agar pelaksanaan Syukuran Bumi ke depan tidak hanya melibatkan Desa Pasirpanjang, tetapi dapat berkembang ke wilayah Pajampangan hingga daerah lain di Kabupaten Sukabumi.

“Ruang lingkupnya akan lebih dibuka, misalkan di Dapil 6, Pajampangan, atau dapil-dapil yang lain, sehingga ada saling support dari setiap wilayah untuk kegiatan ini,” katanya.

Kepala Bidang Sarana Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Deni Ruslan, turut mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam pelaksanaan Syukuran Bumi.

Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan dukungan terhadap kegiatan yang mengangkat nilai pertanian sekaligus seni, budaya, dan adat.

“Ini luar biasa. Pada hari ini saya melihat sendiri bagaimana antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini,” kata Deni.

Baca Juga: Kebakaran Hebat di Cibadak Sukabumi, 4 Rumah Ludes Saat Warga Terlelap

Ia mengaku terkesan setelah mengetahui pelaksanaan kegiatan tersebut banyak didukung melalui swadaya masyarakat.

“Saya sangat terharu. Bagaimana menjunjung nilai-nilai pertanian di Desa Pasirpanjang, berkolaborasi dengan budaya, seni dan adat. Sangat luar biasa sekali,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Deni juga menyampaikan kondisi pertanian Kabupaten Sukabumi yang saat ini menghadapi musim kemarau panjang. Berdasarkan pendataan Dinas Pertanian, lebih dari 1.000 hektare lahan pertanian terdampak kekeringan.

“Mudah-mudahan kekeringan ini dapat segera selesai sehingga bisa dimulai musim tanam pertama pada bulan Oktober. Kita berdoa semoga kemarau maksimal sampai akhir bulan ini dan Oktober sudah mulai hujan,” katanya.

Deni juga mengingatkan petani yang membutuhkan bantuan sarana produksi pertanian agar menyampaikannya melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di masing-masing kecamatan.

Bantuan tersebut antara lain benih, pupuk, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta dukungan infrastruktur pertanian.

“Usulannya melalui BPP masing-masing, melalui penyuluh. Di sini ada Pak Miftah sebagai Koordinator Penyuluh di BPP Kecamatan Ciracap,” jelasnya.

Deni mengungkapkan Kecamatan Ciracap merupakan salah satu wilayah yang berkontribusi terhadap produksi gabah Kabupaten Sukabumi.

Baca Juga: Puluhan Tahun Dinanti, Perbaikan Jalan Kabupaten di Citamiang Sukabumi Mulai Direalisasikan

Ia menyebut luasan sawah di Kecamatan Ciracap mencapai sekitar 505 hektare dan wilayah tersebut memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi pertanian Kabupaten Sukabumi.

“Dengan luasan sawah sekitar 505 hektare di Kecamatan Ciracap ini sudah bisa menyumbang 52.000 ton gabah untuk Kabupaten Sukabumi,” ungkapnya.

Catatan redaksi: angka 52.000 ton tersebut perlu dikonfirmasi kembali kepada Dinas Pertanian karena jika dihitung berdasarkan luas sawah 505 hektare, angka tersebut setara dengan produktivitas sekitar 103 ton per hektare. Jika yang dimaksud 52.000 ton merupakan akumulasi wilayah atau periode tertentu, sebaiknya keterangan tersebut diperjelas sebelum diterbitkan.

Deni menilai kontribusi tersebut menunjukkan pentingnya sektor pertanian di Kecamatan Ciracap sekaligus perlunya dukungan berkelanjutan bagi para petani.

Ia juga menyebut Kabupaten Sukabumi pernah mendapatkan penghargaan dari Presiden pada 2022 atas peningkatan produksi beras terbesar kedua di Indonesia.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi turut menyerahkan bantuan dua unit mesin sedot kepada masyarakat. Selain itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) juga memberikan bantuan sembako.

Syukuran Bumi di Desa Pasirpanjang pun tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Bagi masyarakat setempat, tradisi tersebut menjadi ruang untuk menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat kebersamaan para petani dalam mempertahankan sektor pertanian sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakat Ciracap.

Editor : Asep Awaludin

Tags :
BERITA TERKAIT