Sukabumi Update

Jadi Sorotan, Penyelenggara Pool Party Ngoetfest x Santasea Sukabumi Minta Maaf

Konser musik pool party di santasea sukabumi jadi sorotan warga sekitar (Sumber: dok warga)

SUKABUMIUPDATE.com – Penyelenggaraan Ngoetfest x Santasea di area kolam renang Santasea Sukabumi, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Sabtu (19/9/2026) malam menuai keluhan dan sorotan dari warga sekitar. Mulai dari suara musik hingga penampilan dance berpakaian renang yang dianggap mengganggu. 

Warga sekitar lokasi santasea mengeluhkan suara musik yang terlalu keras hingga sekitar pukul 22.00 WIB  Selain persoalan volume suara, konsep acara berupa pool party yang menghadirkan hiburan disc jockey (DJ), band musik, serta penampilan penari berpakaian renang juga menjadi sorotan. 

Penampilan sejumlah talent perempuan dengan pakaian renang dinilai sebagian pihak tidak sesuai dengan kultur masyarakat setempat.

Menanggapi polemik tersebut, pihak penyelenggara menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan dan ketidaknyamanan yang muncul akibat penyelenggaraan acara. Penyelenggara Ngoetfest x Santasea, Abuzar, mengatakan pihaknya memahami adanya perdebatan di tengah masyarakat terkait konsep acara yang digelar.

"Kami dari pihak panitia dengan segala kerendahan hati memohon maaf jika penyelenggaraan acara Ngoet Fest membuat gaduh dan ketidaknyamanannya di masyarakat," kata Abuzar kepada sukabumiupdate.com pada Senin (21/9/2026).

Baca Juga: Maarten Paes Ingatkan Timnas Indonesia Tak Remehkan Lawan di FIFA ASEAN Cup 2026

Ia juga memberikan klarifikasi mengenai konsep acara tersebut. Menurutnya, pihak penyelenggara melarang adanya konsumsi minuman beralkohol maupun penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang selama kegiatan berlangsung.

"Perlu kami klasifikasikan bahwa dalam kegiatan acara Ngoet Fest bertema pool party ini, kami melarang adanya kegiatan minum-minuman beralkohol, narkotika dan obat terlarang," ujarnya.

Selain itu, Abuzar mengatakan pihak penyelenggara tidak memperbolehkan perempuan mengenakan bikini dan hanya mengizinkan penggunaan pakaian renang dalam kegiatan tersebut.

"Selain itu juga dalam kegiatan tersebut kami melarang adanya perempuan mengenakan bikini sexy dan memperbolehkan hanya untuk menggunakan pakaian renang," katanya.

Baca Juga: Bantah Rusak Ekosistem, Nelayan Ujunggenteng Sukabumi Jelaskan Mekanisme Jaring Tanam

Ia menjelaskan, konsep acara tersebut pada dasarnya dirancang sebagai hiburan bagi pengunjung dengan menghadirkan DJ, band musik, dan tarian modern di area kolam renang. "Ide konsep dari acara tersebut adalah dengan menghadirkan hiburan live disk jockey (DJ), band musik dan tarian modern kepada pengunjung di kolam renang," ujarnya.

Namun, pihak penyelenggara menyadari bahwa konsep tersebut menimbulkan respons beragam di tengah masyarakat. "Namun kami sadari bahwa kegiatan tersebut bukan merupakan adat atau budaya masyarakat Indonesia sehingga menimbulkan perdebatan pro dan kontra di masyarakat," kata Abuzar.

Atas munculnya polemik tersebut, pihak penyelenggara menyampaikan permohonan maaf dan berjanji akan melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan kegiatan hiburan berikutnya. "Untuk itu kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan tersebut dan kedepannya kami akan lebih bijak dalam menyelenggarakan acara hiburan di masyarakat," tuturnya.

Penyelenggara Pool Party Ngoetfest x Santasea Sukabumi Minta MaafPenyelenggara Pool Party Ngoetfest x Santasea Sukabumi Minta Maaf

Sementara itu, Asisten Direktur Santasea, Azwar Haikal, membenarkan adanya keluhan dari warga sekitar terkait penyelenggaraan Ngoetfest. "Iya, memang ada keluhan dari warga terkait event yang kemarin di Santasea. Memang tanggapan Santasea sih sebelumnya kita juga memohon maaf kepada warga sekitar dan apalagi kepada masyarakat Sukabumi terkait event yang kemarin," ujar Azwar.

Baca Juga: Komisi I DPRD Bahas Tanah Negara di Sukabumi yang Kuasai Perusahaan

Menurutnya, keluhan warga menjadi bahan evaluasi bagi pihak Santasea, khususnya dalam menyesuaikan konsep kegiatan dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat di Sukabumi. "Jadi, warga sih intinya menyesalkan gitu ya, ada event seperti itu gitu. Tapi seperti yang kita ketahui bahwa adapun klarifikasi dari EO-nya," katanya.

"Ke depannya memang itu bakal jadi pembelajaran sih buat Santasea, ke depannya harus lebih memperhatikan tentang budaya masyarakat yang ada di Sukabumi seperti itu," lanjutnya.

Selain konsep acara, persoalan volume suara juga menjadi salah satu keluhan utama warga. Azwar mengatakan Santasea akan melakukan pengaturan lebih ketat terhadap volume suara pada kegiatan mendatang.

"Adapun keluhan warga yang paling besar itu adalah terkait volume juga. Terkait volume, memang ke depannya dari Santasea sendiri akan lebih-lebih mengatur untuk volume, dan akan lebih selektif lagi," ujarnya.

Baca Juga: Long Weekend 10 Hari Menanti di Maret, Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027

Azwar juga mengungkapkan bahwa pihak Santasea telah melakukan kesepakatan dengan warga terkait evaluasi penyelenggaraan kegiatan ke depan. Salah satu poin kesepakatan tersebut berkaitan dengan konsep acara yang dinilai tidak sesuai dengan kultur masyarakat setempat.

"Isinya itu yang pertama yang tadi, Kang, untuk konsep yang tidak sesuai dengan kultur budaya gitu ya, yang ada di Indonesia atau di Sukabumi, apalagi apa khususnya di Sukabumi itu tidak akan diadakan kembali seperti itu, yang terkhusus yang pool party seperti itu," kata Azwar.

Selain konsep acara, pengaturan volume suara dan batas waktu kegiatan juga menjadi bagian dari kesepakatan. "Terus yang kedua itu adalah terkait volume juga, Kang. Volume gitu. Dan adapun acara malam tuh enggak akan sampai malam banget kayak gitu, karena kita juga menyadari bahwa rasanya kalau sampai terlalu malam tuh akan terganggu seperti itu," pungkasnya.

Editor : Fitriansyah

Tags :
BERITA TERKAIT