SUKABUMIUPDATE.com - Warga Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, mengeluhkan penumpukan sampah yang terjadi selama sekitar satu bulan terakhir. Kondisi tersebut sempat viral di media sosial setelah warga mengungkap keresahan karena sampah tak kunjung diangkut, meski retribusi persampahan tetap dipungut dari masyarakat.
Ketua RW 07 Desa Kebonpedes, Epul Amarulloh, mengatakan penumpukan sampah terjadi akibat pengangkutan yang tidak berjalan normal. Menurutnya, warga sudah beberapa kali menyampaikan keluhan karena volume sampah terus bertambah.
“Jadi terkait sampah memang sudah koordinasi sama pengelola di sini dari DLH, soalnya warga juga sudah banyak yang komplain kan sudah numpuk,” ujar Epul kepada sukabumiupdate.com, Senin (21/9/2026).
Menurut Epul, warga mendapat informasi bahwa kendaraan pengangkut sampah yang melayani wilayah Kebonpedes mengalami kerusakan dan harus menjalani perbaikan.
“Katanya memang mobilnya lagi turun mesin, mogok, tapi kan masa sudah sebulan masih turun mesin,” jelasnya.
Baca Juga: Sampah Tiga Pekan Menumpuk, Warga Kebonpedes Sukabumi Terpaksa Bakar dan Angkut Mandiri
Selain persoalan pengangkutan, Epul juga menyoroti retribusi persampahan yang tetap dipungut dari masyarakat meski pelayanan pengangkutan tidak berjalan normal.
Ia menyebut retribusi yang ditarik dari setiap RT mencapai sekitar Rp150 ribu. Dalam satu RW, jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar Rp700 ribu per bulan.
“Terkait retribusi kan ditarik per Rt itu Rp150 ribu, kalau satu Rw saja di sini bisa sampe Rp700 sebulan itu, pokoknya kurang lebih segitu lah,” ungkapnya.
Menurut Epul, persoalan pengangkutan sampah sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Dalam sekitar satu tahun terakhir, pengangkutan disebut hanya dilakukan satu kali dalam sepekan, bahkan terkadang baru dilakukan setelah dua minggu.
“Pokoknya penumpukan sampah itu sudah ada satu bulan, masyarakat juga sudah banyak yang komplain,” tuturnya.
“Bahkan sudah satu tahun ini pengangkutan sampah itu cuman satu kali seminggu, pengennya ya minimal seminggu dua kali, nggak tahu kenapa itu jadi seminggu sekali kadang dua minggu baru diangkut kalau lagi ada pengangkutan mah. Nah sekarang udah nggak ada pengangkutan sama sekali,” sambungnya.
Baca Juga: Cek Kondisi Truk Sampah, Bupati Asjap Pastikan Peremajaan Armada Dilakukan Bertahap
Setelah keluhan warga viral di media sosial Facebook, Epul menyebut pengangkutan sampah kembali dilakukan oleh DLH Kabupaten Sukabumi.
“Ya memang sesudah viral kan di facebook itu langsung diangkut tadi pagi-pagi. Alhamdulillah sudah bersih di ke-Rw-an saya mah enggak tahu kalau di wilayah lain,” kata Epul.
DLH Sukabumi Jelaskan Kendala Armada
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Kabupaten Sukabumi, Dede Jaenudin, membenarkan adanya kendala pengangkutan sampah di wilayah Kebonpedes.
Menurut Dede, penumpukan sampah di wilayah Cimuncang, Desa Kebonpedes, yang viral di medsos telah ditangani oleh petugas.
“Iya terkait itu sudah ditangani sampah yang di Cimuncang, Desa Kebonpedes,” ujar Dede.
Baca Juga: Prabowo Ingin RI Bikin Bensin dari Batu Bara, Bahlil Siap Tindaklanjuti
Ia menjelaskan, keterlambatan pengangkutan terjadi karena truk pengangkut sampah yang khusus melayani jalur Kebonpedes mengalami kerusakan berat pada bagian mesin (turun mesin) .
“Kendalanya itu karena untuk jalur ke sana (Kebonpedes) mobilnya trouble, sedang turun mesin,” jelasnya.
Dede mengatakan kendaraan tersebut telah berada di dealer selama lebih dari tiga minggu. Namun, proses perbaikan terkendala kebutuhan anggaran yang cukup besar.
“Ya memang sudah tiga minggu lebih mobilnya sudah dimasukan ke dealer tapi kita juga masih berfikir karena ini kan perlu anggaran yang cukup besar untuk turun mesin itu,” tambahnya.
Ia menegaskan, keterlambatan ini murni disebabkan oleh kendala teknis pada armada pengangkut, bukan karena penghentian operasional secara sengaja oleh DLH.
“Intinya kenapa kita terlambat pengangkutan di sana itu karena kendaraan ke jalur situ armadanya memang sedang mengalami kendala atau mogok,” ungkapnya.
Baca Juga: Meski Armada Terbatas, Bupati Sukabumi Minta Pengangkutan Sampah Tetap Maksimal
Untuk mengatasi penumpukan sampah di Cimuncang, Desa Kebonpedes, DLH Kabupaten Sukabumi akhirnya mengerahkan armada bantuan yang diambil dari rute pengangkutan wilayah lain.
Kendati demikian, penggunaan armada dari jalur lain berdampak pada penyesuaian ulang jadwal pengangkutan sampah di beberapa wilayah sekitarnya.
“Kemudian sikap kita untuk antisipasi pelayanannya kita itu menangani menggunakan kendaraan yang jalur lain, kebetulan hari ini kita tangani yang di kebonpedes itu dengan kendaraan jalur lain. Memang dengan kondisi seperti ini jadi kami perlu mengatur jadwal pengangkutan karena memperbanyukan kendaraan di jalur lain untuk menangani sampah di kebonpedes itu jadi perlu waktu,” pungkasnya.
Editor : Denis Febrian