SUKABUMIUPDATE.com - Kerinduan seorang anak kepada ibunya hingga kini belum menemukan jawaban. Agis Mawarni (24), warga Kampung Cibisoro, Desa Banyuwangi, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, masih terus berupaya mencari keberadaan sang ibu, Ningsih (46), yang telah bertahun-tahun terpisah dari keluarga.
Sejak 2019, Agis tak lagi bisa bertemu dan memeluk ibunya. Saat itu, Ningsih meninggalkan rumah menuju Palabuhanratu, kampung halamannya, dalam kondisi tengah mengandung adiknya Agis.
Bagi Agis, kepergian itu bukan sekadar jarak yang memisahkan. Tahun-tahun yang berlalu membuat kerinduan kepada sosok ibu semakin besar, sementara keberadaannya hingga kini belum diketahui.
Agis menuturkan, keputusan Ningsih meninggalkan rumah terjadi setelah persoalan rumah tangga yang diwarnai dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialaminya.
Baca Juga: Rp22 Ribu per Porsi Harga Martabak di Kota Sukabumi, Wilayah Jabar Lainnya Cek Disini!
"Jadi saya sedang mencari ibu. Dulu ibu tahun 2019 pergi dari rumah, waktu hamil pergi ke Palabuhanratu mau pulang ke kampung halamannya," kata Agis kepada sukabumiupdate.com, Selasa (22/9/2026).
Setelah melahirkan dan kondisinya pulih, Ningsih disebut berangkat ke Arab Saudi untuk bekerja. Saat itu, Agis sedang bekerja di Purwakarta sehingga tidak bersama ibunya.
Agis mengaku masih sempat berkomunikasi dengan Ningsih melalui Facebook Messenger. Namun, komunikasi tersebut kemudian terputus.
Pada 2023, Agis kembali menemukan akun Facebook yang diyakininya milik sang ibu. Keduanya sempat bertukar pesan. Saat itu, Ningsih disebut berada di Riyadh dan meminta anaknya untuk tidak mencarinya terlebih dahulu.
"Katanya ibu sedang menenangkan diri. 'Jangan cari ibu dulu,' katanya ibu sedang ada di Riyadh tahun 2023," ujar Agis.
Baca Juga: Danau Urugan Sumedang, Danau Alami di Tengah Hutan yang Tersembunyi di Balik Lembah Tengkorak
Namun, komunikasi tersebut kembali terputus. Agis juga mengaku belum pernah melakukan video call dengan ibunya sejak Ningsih berangkat ke Arab Saudi.
"Kalau video call tidak pernah diangkat. Jadi selama itu ada kabar pun belum pernah melihat sosoknya secara langsung, kecuali sebelum berangkat ke Saudi tahun 2019," katanya.
Mendengar Kabar Ibunya Pulang
Harapan Agis kembali muncul setelah mendapat informasi dari kakeknya bahwa Ningsih diduga telah kembali dari Arab Saudi pada akhir 2024.
Menurut cerita yang diterima Agis, sang kakek sempat menjemput Ningsih di bandara. Namun, saat itu Ningsih disebut datang bersama seorang laki-laki yang tidak dikenal oleh keluarganya.
Baca Juga: Minta Didiskualifikasi sebagai Cawapres, Gugatan Soal Ijazah SMA Gibran di MK
Agis mengatakan, berdasarkan cerita kakeknya, Ningsih kemudian dibawa oleh laki-laki tersebut menuju suatu daerah yang diperkirakan berada di wilayah Sagaranten atau Jampangtengah. Namun, lokasi pastinya tidak diketahui.
"Saya dengar dari Kakek, katanya akhir 2024 ibu sudah pulang dari Saudi. Kakek menjemput ke bandara, tapi ibu bersama seorang laki-laki," ucapnya.
Informasi lain juga diterima Agis dari seseorang asal Cibeureum, Kecamatan Tegalbuleud, yang mengaku bertemu dengan Ningsih saat berbelanja di Pasar Surade pada sekitar 2025 atau awal 2026.
Menurut cerita tersebut, Ningsih disebut menghampiri orang tersebut dan memperkenalkan diri sebagai Ningsih. Ia juga disebut sempat menanyakan kabar anak-anaknya.
Baca Juga: Sering Keramas tapi Ketombe Tidak Hilang? Coba Perhatikan 10 Kebiasaan Ini
Namun, setelah itu Agis kembali kehilangan kontak dan belum mengetahui secara pasti keberadaan ibunya.
Ingin Bertemu, Bukan Menuntut
Agis menegaskan, upayanya mencari sang ibu bukan untuk menuntut atau menyalahkan. Ia hanya ingin mengetahui kondisi dan keberadaan Ningsih setelah bertahun-tahun tidak bertemu.
Terlebih, ayahnya yang bernama almarhum Bangbang baru meninggal dunia pada 2026. Agis menyebut peringatan 40 hari meninggalnya sang ayah telah dilakukan beberapa waktu lalu.
"Karena sekarang ayah sudah meninggal, saya ingin mencari ibu lagi. Siapa tahu dulu ibu takut pulang karena masih ada ayah," katanya.
Agis kini juga membantu mengurus adik-adiknya. Dari lima bersaudara, sebagian adiknya masih bersekolah dan membutuhkan perhatian keluarga.
Baca Juga: Pelajar dan Guru Dilarang Main Gawai Saat Jam Belajar, SE Kemenag di Satuan Pendidikan
Dari lima bersaudara, Agis merupakan anak kedua. Saat ini, ia berstatus sebagai ibu rumah tangga dan tinggal bersama suaminya yang bekerja serabutan. Dimana saat ini kakak perempuan Agis sedang terbaring sakit. Sementara adik ketiganya SMP bersekolah di Sekolah Rakyat, adik keempat duduk di kelas V SD. Sedangkan adik bungsunya tinggal bersama adik dari ibu mereka di Palabuhanratu.
Ia berharap, jika Ningsih masih berada di suatu tempat, ibunya dapat mengetahui bahwa anak-anaknya masih ingin bertemu.
"Saya ingin bertemu di mana pun keberadaannya dan memastikan keadaannya sehat atau tidak. Tidak ada maksud apa-apa," ujar Agis.
Bahkan, menurut Agis, jika ibunya memang tidak ingin kembali tinggal bersama anak-anak, keluarga tetap menghormati keputusan tersebut. Yang terpenting bagi dirinya adalah mengetahui keberadaan sang ibu.
Baca Juga: Bila Kaisar Mengolok-olok Kepakaran
"Kalau memang tidak mau mengurus anak-anak, ya sudah, biar saya yang mengurus. Tapi setidaknya saya ingin bertemu, ingin tahu di mana keberadaannya," katanya.
Agis juga berharap masyarakat yang mengetahui keberadaan Ningsih dapat memberikan informasi kepada keluarga.
Berdasarkan keterangan keluarga, Ningsih bernama lengkap Ningsih, berusia sekitar 46 tahun, dengan alamat yang tercatat pada KTP elektronik di Kampung Cibeureum, RT 013/RW 004, Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi.
Keluarga sangat berharap informasi mengenai keberadaan Ningsih dapat disampaikan kepada Agis Mawarni atau pihak keluarga agar komunikasi yang telah terputus selama bertahun-tahun dapat kembali terjalin.
Editor : Ikbal Juliansyah