SUKABUMIUPDATE.com - Warga Kampung Babakan Jampang, RT 02/RW 05, Desa Pasirdoton, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, dibuat resah oleh kemunculan ular berukuran besar. Satwa reptil tersebut beberapa kali terlihat berkeliaran di area bekas pabrik Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang berdekatan dengan permukiman.
Puncaknya, seekor sanca batik (Malayopython reticulatus) sepanjang kurang lebih 3,5 meter berhasil dievakuasi warga bersama tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kecamatan Cidahu pada Minggu (20/9/2026) malam, sekitar pukul 23.00 WIB.
Tagana Kecamatan Cidahu, Iwan Setiawan, mengungkapkan bahwa teror kemunculan ular ini sebenarnya sudah terjadi sejak Sabtu (19/9/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, seekor sanca berukuran sangat besar terlihat melintas di jalan desa oleh warga yang hendak mengantar anaknya ke pesantren.
"Awalnya itu keluarnya malam Sabtu jam 3 subuh. Yang mau berangkat nganterin anak pesantren, pas waktu lewat ularnya sudah ke jalan," kata Iwan kepada sukabumiupdate.com, Selasa (22/9/2026).
Baca Juga: Kantongi 25 Paket Sabu di Saku Celana, Pria Sukabumi Ditangkap Polisi
Menurut Iwan, warga sempat berupaya menghalau ular piton tersebut. Namun, ular kemudian kembali ke sekitar area bekas pabrik. Iwan pun berkoordinasi dengan kepala desa terkait keberadaan hewan melata tersebut.
Kemunculan berikutnya terjadi pada Minggu (20/9/2026) malam di sekitar lokasi yang sama. Kali ini, ular sanca yang terlihat berukuran lebih kecil dibandingkan ular yang muncul sehari sebelumnya.
Keberadaan ular diketahui warga yang berada di sekitar lokasi, termasuk sejumlah orang yang sedang makan di warung nasi goreng. Menurut Iwan, ular sempat menunjukkan gerakan yang membuat warga khawatir ketika ada orang melintas.
Warga kemudian meminta bantuan untuk melakukan evakuasi. Ular tersebut akhirnya berhasil diamankan sekitar pukul 23.00 WIB.
Iwan mengatakan sanca yang dievakuasi memiliki panjang sekitar 3,5 meter dengan berat yang diperkirakan mencapai 15 hingga 20 kilogram.
"Yang kemarin saya evakuasi masyarakat itu panjangnya 3 meter setengah. Kecil itu, ada yang lebih besar lagi," ungkapnya.
Baca Juga: Ada di Sukabumi, KPK Telusuri Aset Ipda Yayat di Kasus Korupsi Bupati Bekasi
Proses evakuasi dilakukan secara bersama-sama karena ular tersebut memiliki tenaga yang cukup kuat. Sejumlah warga membantu memegang bagian tubuh dan ekor, sementara Iwan mengamankan bagian kepala menggunakan kain sebelum memasukkannya ke dalam karung.
"Kalau untuk satu dua orang mah enggak bakal sanggup. Soalnya ular untuk ukuran 3,5 meter itu sudah bisa ngelawan, kekuatannya," ujar Iwan.
Menurut Iwan, proses evakuasi berlangsung sekitar 10 hingga 15 menit. Penanganan dilakukan secara perlahan untuk mencegah ular terluka sekaligus menjaga keselamatan warga yang melakukan evakuasi.
"Kita kan disesuaikan dulu. Istilahnya biar satu, ularnya juga enggak luka, yang kedua juga antisipasinya biar yang nangkapnya enggak jadi korban. Jadi pelan-pelan tapi pasti," tuturnya.
Iwan mencatat, ini adalah kali ketiga ia melakukan evakuasi ular sanca di lokasi yang sama. Area bekas pabrik AMDK tersebut, meski bangunannya terawat, memiliki kondisi lingkungan yang disukai reptil seperti adanya mata air, rumpun bambu, kebun, dan rerumputan tebal. Jaraknya hanya sekitar 20 hingga 50 meter dari rumah warga.
"Area itu berbatasan langsung dengan pemukiman. Sanca ini naik ke atas (pemukiman). Tiga kali evakuasi di titik yang sama, semuanya kami serahkan ke komunitas Exalos Sukabumi untuk dikembalikan ke habitat aslinya," papar Iwan.
Baca Juga: Rp1,29 Triliun untuk Pendidikan Gratis di Jabar, KDM: Uangnya dari Pajak Warga
Ular yang dievakuasi pada Minggu malam kemudian diserahkan kepada komunitas Exalos Sukabumi pada Senin (21/9/2026) malam. Menurut Iwan, komunitas tersebut biasa menangani reptil dan melakukan upaya pengembalian satwa ke habitatnya.
"Exalos Sukabumi yang biasa untuk reptil-reptil, beliau yang biasa mengembalikan lagi ke habitatnya," kata Iwan.
Meski satu ular berhasil diamankan, Iwan menegaskan warga masih harus waspada. Pasalnya, ular sanca yang berukuran jauh lebih besar dan terlihat pada kemunculan pertama hingga kini belum berhasil ditemukan.
"Yang ngerinya, ular yang besarnya ini belum dapat. Berdasarkan informasi dari pihak Exalos, periode ini memang sedang memasuki masa ular bertelur dan menetas," pungkasnya.
Editor : Denis Febrian