Sukabumi Update

Warga Sukabumi Tertemper KA Pangrango: RW di Karangtengah Cibadak Soroti Palang Pintu

Petugas evakuasi jenazah warga Karangtengah Cibadak Sukabumi yang tertemper KA Pangrango (Sumber: sukabumiupdate)

SUKABUMIUPDATE.com - Seorang perempuan berusia 63 tahun bernama Mimin, meninggal dunia setelah tertemper kereta api di Kampung Babakan RT 05/07, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Kamis (24/9/2026) sore. Peristiwa tersebut terjadi di sekitar jalur kereta api Kampung Babakan, Desa Karangtengah. 

Ketua RW 07 Desa Karangtengah, Fijar Muhtar, mengatakan mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat telepon dari warga. Setelah datang ke lokasi, korban sudah berada di sekitar jalur kereta api.

Menurut Fijar, sebelum kejadian korban diketahui pulang setelah mengambil barang rongsokan dari salah seorang warga bernama Wawan. "Kronologisnya dia waktu jual rongsokan dari Pak Wawan, pulangnya ada kereta. Tahu enggak mendengar, tahu enggak gimana, dia langsung keserempet pinggirnya," ujar Fijar.

Fijar mengatakan, saat kejadian korban diduga sedang berjalan di sekitar jalur kereta. Namun, ia tidak mengetahui secara pasti penyebab korban sampai tertemper kereta. "Lagi jalan, meleng atau enggak tahu gimana. Karena dia kan sebelah sana sudah menyeberang kayaknya," katanya.

Baca Juga: FIFA ASEAN Cup 2026, Erick Thohir Pastikan Stadion Si Jalak Harupat Siap Digunakan

Ia menyebut, informasi mengenai kejadian tersebut pertama kali diterima dari warga sekitar. Saat tiba di lokasi, korban sudah berada di sekitar jalur kereta dan ditutupi menggunakan karung plastik serta daun pisang.

Fijar membenarkan korban merupakan warga setempat. Ia menyebut korban bernama Mimin dan berusia sekitar 63 tahun. Terkait kereta yang melintas saat kejadian, Fijar mengatakan kereta tersebut diketahui menuju arah Bogor.

Menurut dia, jalur kereta di sekitar lokasi cukup rawan. Ia menyebut sudah beberapa kali terjadi kecelakaan di kawasan tersebut. "Rawan. Ini sudah beberapa kali. Makanya saya kemarin-kemarin juga sudah bilang, kenapa palang pintu tidak diaktifkan," ujar Fijar.

Fijar mengatakan, di sekitar lokasi sebenarnya terdapat palang pintu kereta. Ia berharap fasilitas tersebut dapat kembali difungsikan untuk meningkatkan keamanan warga yang beraktivitas di sekitar jalur kereta.

Baca Juga: As Roda Patah di Tanjakan Baeud Sukabumi, Truk Muat Kayu Mundur Hantam Rumah dan Bengkel

"Saran saya karena disini banyak warga, jangan sampai terjadi hal sedemikian rupa. Palang pintu dioperasionalkan lah. Itu saja, karena ini sering banyak terjadi kecelakaan di sini," katanya.

Sementara itu, Ketua RT 05 RW 07 Kampung Babakan, Heri, mengatakan korban merupakan warganya. Ia mengatakan, keseharian korban berjualan makanan dan terkadang mencari barang rongsokan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Jualan chicken, terus ngambil-ngambil rongsok. Ya buat sehari-harinya," katanya.

Ia menyebut korban masih memiliki anak, meski tidak selalu tinggal bersama. "Ada anaknya, cuma kadang-kadang disini, anaknya kadang-kadang sendiri," ucap Heri.

Baca Juga: Sekolah Ambruk: Kapolres, DPRD dan Disdik Temui Pelajar SDN Bihbul Ciemas Sukabumi

Mengenai aktivitas korban sebelum kejadian, Heri mengaku belum mengetahui secara pasti tujuan korban saat melintas di lokasi tersebut. Hingga berita ini ditulis, informasi mengenai kronologi lengkap kejadian masih menunggu keterangan resmi dari pihak terkait.

Editor : Fitriansyah

Tags :
BERITA TERKAIT