SUKABUMIUPDATE.com - Sosoknya mungkin tak selalu ternotice oleh beberapa orang. Namun ketika warga membutuhkan pertolongan, mereka justru berada di garis depan, bergerak cepat di tengah situasi yang serba tak menentu. Mereka adalah Tagana (Taruna Siaga Bencana)
Tagana adalah para relawan sosial yang hadir bukan hanya untuk membantu evakuasi dan menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan warga terdampak tetap mendapatkan perlindungan hingga pendampingan pascabencana.
Kabupaten Sukabumi tercatat memiliki jumlah Taruna Siaga Bencana (Tagana) terbanyak di Jawa Barat. Berdasarkan data 2025, terdapat 126 personel Tagana yang tersebar di wilayah Kabupaten Sukabumi.
Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Jawa Barat. Kabupaten Subang berada di posisi berikutnya dengan 105 Tagana, disusul Kabupaten Kuningan sebanyak 100 orang dan Kabupaten Bogor 95 orang.
Baca Juga: Porprov XV Jabar 2026, Kabupaten Sukabumi Bidik 10 Besar dengan Target 90 Medali
Tagana merupakan relawan sosial yang dibentuk oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI dan berada di bawah pembinaan Dinas Sosial. Mereka berasal dari masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial dan kebencanaan serta telah mendapatkan pelatihan khusus dalam penanggulangan bencana.
“TAGANA (Taruna Siaga Bencana) adalah pilar sosial yang memiliki peran penting dalam penanggulangan bencana di Indonesia. Mulai dari evakuasi korban, pengelolaan dapur umum, hingga pendampingan masyarakat pascabencana. Semuanya dilakukan dengan semangat kemanusiaan,” tulis Dinsos Jabar.
Keberadaan Tagana menjadi penting bagi Kabupaten Sukabumi yang memiliki wilayah luas 4.162 KM2 atau 11.21% dari luas Jawa Barat serta potensi bencana yang cukup beragam. Sejumlah ancaman bencana yang dapat terjadi antara lain gempa bumi, tsunami, tanah longsor, banjir, angin kencang, hingga bencana hidrometeorologi lainnya.
Dalam penanganan bencana, Tagana memiliki berbagai tugas, mulai dari melakukan asesmen kondisi di lokasi kejadian, membantu evakuasi korban, mengelola dapur umum, mendistribusikan bantuan dan logistik, hingga memberikan pelayanan kepada masyarakat di pengungsian.
Baca Juga: HOAKS: Internet Nasional Padam Selama 3 Hari Mulai Jumat 25 September 2026
Tagana juga dibekali kemampuan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, seperti penyaluran pakaian, sembako, selimut dan berbagai bantuan darurat lainnya.
Peran Tagana tidak hanya dilakukan ketika bencana terjadi. Mereka juga terlibat dalam upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, edukasi kepada masyarakat, pemulihan sosial, trauma healing, distribusi bantuan lanjutan, serta kegiatan sosial dan kepedulian terhadap lingkungan.
Untuk mendukung mobilitas di lapangan, Tagana Kabupaten Sukabumi juga dilengkapi berbagai peralatan dan sarana operasional. Di antaranya perahu karet, alat pelindung diri (APD), kendaraan tangki air, mobil dapur umum, truk angkutan, sepeda motor trail, kendaraan roda tiga untuk angkutan, serta mobil rescue dan patroli pengawalan.
Jangkauan pelayanan juga diperkuat dengan keberadaan personel di tingkat kecamatan. Dengan jumlah 47 kecamatan di Kabupaten Sukabumi, keberadaan Tagana di wilayah-wilayah tersebut diharapkan dapat mempercepat respons ketika terjadi bencana.
Baca Juga: Kota Sukabumi Terendah Soal Rumah Layak Huni di Jabar, Sanitasi Dibawah 50 Persen
Kehadiran personel di tingkat kecamatan memungkinkan proses asesmen dilakukan lebih cepat, sekaligus mempermudah koordinasi dan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak tanpa terkendala jarak dan waktu.
Berdasarkan data Dinas Sosial Jawa Barat 2025 yang diperbarui pada 11 September 2026, jumlah Tagana di kabupaten/kota Jawa Barat cukup beragam. Berikut diantaranya:
- Kabupaten Sukabumi – 126 orang
- Kabupaten Subang – 105 orang
- Kabupaten Kuningan – 100 orang
- Kabupaten Bogor – 95 orang
- Kabupaten Bandung – 85 orang
- Kota Bogor – 73 orang
- Kabupaten Majalengka – 70 orang
- Kabupaten Garut – 68 orang
- Kabupaten Sumedang – 68 orang
- Kota Bekasi – 67 orang
- Kabupaten Bekasi – 63 orang
- Kabupaten Bandung Barat – 63 orang
- Kabupaten Pangandaran – 61 orang
- Kabupaten Tasikmalaya – 60 orang
- Kota Bandung – 60 orang
- Kabupaten Ciamis – 59 orang
- Kabupaten Cianjur – 58 orang
- Kabupaten Cirebon – 58 orang
- Kota Sukabumi – 58 orang
- Kota Tasikmalaya – 50 orang
- Kabupaten Indramayu – 46 orang
- Kota Cirebon – 45 orang
- Kota Cimahi – 43 orang
- Kota Banjar – 34 orang
- Kota Depok – 31 orang
- Kabupaten Karawang – 30 orang
- Kabupaten Purwakarta – 18 orang
Dengan jumlah 126 personel, Tagana Kabupaten Sukabumi menjadi salah satu kekuatan penting dalam mendukung kesiapsiagaan dan respons kebencanaan di wilayah tersebut. Keberadaan mereka menjadi bagian dari upaya mempercepat penanganan sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat terdampak bencana dapat segera ditangani.
Editor : Ikbal Juliansyah