Sukabumi Update

Gegara Tumis Buncis Daging Giling, Menu MBG di SDN Cibungur 1 Sukabumi Viral

Menu MBG di Sukabumi yang viral gegara tumis buncing daging giling (Sumber: dok warganet)

SUKABUMIUPDATE.com - Gara-gara menghadirkan inovasi tumis buncis daging giling, menu MBG untuk pelajar SDN Cibungur 1, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, viral di media sosial. Menu tersebut diprotes wali murid, karena dianggap tidak memenuhi unsur makanan bergizi, khususnya sumber protein.

Keluhan tersebut muncul setelah orang tua melihat menu MBG yang diterima anaknya Rabu 23 September 2026.. Menu yang dibagikan berupa nasi, daging giling buncis, satu potong tahu goreng, satu sachet saus, dan satu potong semangka.

Dalam video yang beredar, orang tua siswa mengeluhkan tampilan menu yang dinilai minim dan kurang menarik. Kondisi tersebut kemudian menjadi perhatian setelah video keluhan tersebut menyebar di media sosial.

Irfan Firmansyah selaku PIC MBG di SDN Cibungur 1 mengatakan, menu tersebut sebenarnya merupakan kombinasi daging giling dengan buncis yang disajikan secara bersamaan. Menurutnya, persoalan muncul karena tampilan menu membuat sebagian orang tua salah memahami isi makanan yang diberikan kepada siswa.

Baca Juga: Dulu Tak Suka Matematika, Catherine Siswi SMK di Cicurug Sukabumi Ini Justru Raih Medali Emas

"Ya awal viralnya itu kan pertama dari video itu ya, dari menu makanannya itu kan. Dari tampilan menunya itu, disangka orang tuanya itu terpisah daging sama sayurnya itu. Padahal di situ disatuin, gitu," ujar Irfan kepada sukabumiupdate.com pada Jumat (25/9/2026).

Ia mengatakan, tidak mengetahui secara pasti bagaimana video tersebut hingga akhirnya viral. Namun, pihak terkait sebelumnya telah memberikan penjelasan mengenai menu tersebut.

"Kalau misalkan sampai viral gitu kan saya juga kurang tahu ya," katanya.

Pada hari ada 322 porsi yang dibagikan saat jam istirahat siang. Sebelum dibagikan, makanan terlebih dahulu diperiksa oleh pihak sekolah.

Baca Juga: Asian Games 2026: Indonesia Raih Emas Pertama dari Bulu Tangkis Beregu Putra usai Kalahkan Cina 3-2

Menurutnya, keluhan terhadap menu lebih banyak berkaitan dengan tampilan makanan. Bahkan, sebagian siswa disebut tidak menghabiskan makanan yang diberikan.

"Kalau misalkan sebagian ada sih yang habis dimakan ya, tapi ada juga sebagian yang nggak dimakan, gitu." tuturnya.

Sebagai penerima manfaat, ia berharap penyajian menu MBG ke depan dapat dibuat lebih menarik sehingga anak-anak lebih tertarik untuk mengkonsumsi makanan yang diberikan.

"Ya kalau misalkan untuk kedepannya ya, ingin lebih baik lagi lah menunya, maksudnya tampilan dan ininya. Supaya anak tuh kan lebih menyukai lagilah dari tampilan dan menunya," harapnya.

Baca Juga: Ayah Meninggal, Kecelakaan Satu Keluarga Masuk ke Jurang di Ciemas Sukabumi

Sementara itu, Kepala SPPG Limusnunggal 2, Zidan Nugraha, membenarkan adanya keluhan terkait menu MBG tersebut. Menurut Zidan, pihak SPPG telah berkoordinasi dengan sekolah setelah muncul keluhan. 

Ia menyebut menu yang dibagikan memang terdiri dari nasi, daging giling, buncis, tahu, semangka, serta saus sebagai kondimen. "Ya, jadi untuk menu itu sebenarnya kejadiannya sudah dua hari yang lalu. SPPG sudah mengonfirmasi dan berkoordinasi kepada sekolah sebagai bentuk permintaan maaf dan juga sebagai tindak lanjut dari kita," kata Zidan.

"Tapi memang untuk menunya itu sesuai dengan yang kita kirim adalah daging giling, buncis, nasi, dengan buah semangka dan tahu, dengan tambahan saus sebagai kondimennya, mungkin seperti itu," lanjutnya.

Zidan mengakui tampilan menu tersebut dinilai belum cukup menggambarkan makanan yang dimaksud sehingga menimbulkan persepsi berbeda di kalangan penerima manfaat. "Tapi memang secara bentuknya menunya kurang menggambarkan apa yang kita sampaikan gitu, sehingga dianggapnya si daging itu sebagai bentuk lain atau oncom gitu kan," jelasnya.

Baca Juga: TR4 Bantuan Pemerintah Ditemukan Mogok di Desa Cikarang Sukabumi, Kelompok Tani Arsina Buka Suara

Ia mengatakan, pihak sekolah juga telah melaporkan bahwa menu tersebut kurang diterima oleh sebagian penerima manfaat. Hal itu kemudian menjadi bahan evaluasi bagi pihak SPPG.

"Begitu kita koordinasi dengan pihak sekolah, dan pihak sekolah juga sudah melaporkan bahwa menunya kurang diterima oleh penerima manfaat, jadi itu sebagai bahan evaluasi buat kita juga," pungkasnya.

Editor : Fitriansyah

Tags :
BERITA TERKAIT