Sukabumi Update

Muscab IV PTGMI Sukabumi Ditutup: Dewi Anggraeni Terpilih Aklamasi, Kadinkes Puji Pengelolaan Organisasi

Pelantikan ketua PTGMI Kabupaten Sukabumi periode 2026–2031 dihadiri Kadinkes Masykur Alawi dan Sekdinkes Cucu Sumintardi. (Sumber Foto: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - Musyawarah Cabang (Muscab) IV Persatuan Terapis Gigi dan Mulut Indonesia (PTGMI) Kabupaten Sukabumi resmi ditutup di Villa Ujang, Desa Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Minggu (27/9/2026).

Rangkaian agenda yang berlangsung selama tiga hari tersebut menetapkan Dewi Anggraeni, S.Tr.Kes., M.AP., sebagai Ketua Terpilih PTGMI Kabupaten Sukabumi periode 2026–2031 secara aklamasi.

Muscab IV ini digelar melalui dua tahapan. Sesi awal diselenggarakan secara daring via Zoom Meeting pada Jumat (25/9/2026), lalu dilanjutkan dengan rapat pleno luring pada Sabtu–Minggu (26–27/9/2026) yang dihadiri oleh 43 anggota PTGMI se-Kabupaten Sukabumi.

Ketua Pelaksana Muscab IV PTGMI Kab. Sukabumi, Tanti Herimulyanti, S.Tr.Kes., mengonfirmasi bahwa seluruh tahapan pemilihan berjalan kondusif hingga penetapan ketua baru.

​"Alhamdulillah, Muscab IV berjalan lancar. Ketua terpilih, Ibu Dewi Anggraeni, terpilih secara aklamasi setelah dicalonkan oleh perwakilan dari 6 wilayah," ujar Tanti yang juga bertugas di Puskesmas Tegalbuleud kepada sukabumiupdate.com.

Baca Juga: Simplifikasi Aplikasi Registrasi Fasyankes, Dinkes Sukabumi: Layanan Kesehatan Lebih Cepat dan Terintegrasi

​Setelah penetapan, Dewi Anggraeni dilantik secara resmi oleh Yogi Mochamad Nurul Hikmah, A.M.KG., S.K.M., K.P., perwakilan Bidang Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi DPD PTGMI Provinsi Jawa Barat.

​Pelantikan tersebut disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Dinkes Kabupaten Sukabumi H. Masykur Alawi, S.Kep., MKM, dan Sekretaris Dinkes Kabupaten Sukabumi, H. Cucu Sumintardi, SKM., MKM., serta perwakilan DPD PTGMI Jawa Barat.

​Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi Masykur Alawi menyampaikan apresiasi tinggi atas soliditas dan profesionalisme tata kelola PTGMI, meski anggotanya tidak sebanyak organisasi profesi lain.

​"Ini adalah jaminan di Kabupaten Sukabumi, organisasi profesi ini sudah one step ahead. Saya lihat dari kabupaten/kota lain belum semua seperti ini, termasuk profesi atau organisasi yang jumlah anggotanya tidak begitu banyak," ungkap Masykur Alawi.

Baca Juga: Kata-kata Cucu Sumintardi usai Dipercaya Jadi Sekretaris Dinkes Sukabumi

​Ia menambahkan bahwa dinamika demokrasi internal PTGMI patut dicontoh. "Terkadang pesta demokrasinya tidak sebaik yang jumlah anggotanya banyak. Tetapi PTGMI dengan jumlah yang tidak banyak bisa menunjukkan pengelolaan organisasinya cukup baik," tambahnya.

​Masykur juga menekankan komitmen Dinkes Sukabumi dalam mendukung PTGMI sebagai mitra strategis, terlebih pasca-disahkannya UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Kehadiran Kadiskes dan Sekdiskes secara bersamaan menjadi wujud nyata keberpihakan pemerintah daerah terhadap penataan profesi kesehatan di daerah.

​"Pasca-terbitnya Undang-Undang 17, kita harus punya pegangan yang sangat kuat, salah satunya terhadap pemerintah. Perwakilan pemerintah di kabupaten/kota untuk organisasi profesi kesehatan adalah Dinas Kesehatan. Silakan manfaatkan peran Dinas Kesehatan sebagai pembina untuk memfasilitasi kemajuan PTGMI ke depan," pungkasnya. (adv)

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT