Sukabumi Update

Kemarau Panjang, Warga 3 Kecamatan di Sukabumi Gunakan Sungai Cikarang untuk Mandi hingga Minum

Kubangan di tengah Sungai Cikarang menjadi andalan warga di selatan Kabupaten Sukabumi pada musim kemarau. | Foto: SU/Ragil Gilang

SUKABUMIUPDATE.com - Panas matahari tidak menyurutkan kegembiraan anak-anak bermain air di sela-sela bebatuan. Dinginnya aliran Sungai Cikarang menjadi penawar dahaga di tengah krisis air akibat kemarau panjang di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi.

​Musim kemarau memaksa warga bergantung pada sisa-sisa air di kubangan. Sungai Cikarang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan, mulai mandi, mencuci, hingga minum. ​Penduduk yang menggunakan aliran ini tersebar di ​Kecamatan Surade, Waluran, dan Ciracap.

Lebih rincinya adalah mereka di Kecamatan Surade (Desa Kadaleman): Kampung Cikupa, Pamoyanan, Pasiripis, dan Pasirmalang. Lalu di Kecamatan Waluran (Desa Caringinnunggal): Kampung Mareleng, Cipicung, Padaherang, dan Tonjong. Kemudian, ​Kecamatan Ciracap (Desa Pasirpanjang): Kampung Cilimus dan Cicadas.

​Meski aliran utama sungai sudah tampak mengering, namun air jernih masih banyak tersimpan di dalam kubangan dan celah bebatuan sungai. ​Warga Desa Kadaleman, Daday (50 tahun), menuturkan bahwa aktivitas masyarakat di sungai ini semakin padat saat akhir pekan.

​"Mereka sudah hampir dua bulan manfaatkan Sungai Cikarang. Kalau Sabtu dan Minggu, warga memenuhi sungai untuk mandi dan mencuci. Ada juga yang mengambil air dibawa pulang pakai motor atau mobil," ujar dia kepada sukabumiupdate.com, Senin (28/9/2026).

Baca Juga: Kisah Palu dan Peluh Emak-emak Pemecah Batu Purwasedar Sukabumi di Tengah Kemarau

​Daday menambahkan, pada hari libur sungai bisa dipadati hingga ratusan orang sejak pagi, terdiri dari warga lokal dan anak-anak sekolah. Sementara hari kerja, keramaian biasanya dimulai pukul 14.00 WIB hingga sore.

​Kondisi serupa dirasakan Ela Nurlela (30 tahun), warga Kampung Cilimus RT 05/06 Desa Pasirpanjang, Kecamatan Ciracap. Ia mengungkapkan kemarau yang berjalan sekitar lima bulan telah membuat sumur-sumur warga mengering total selama dua bulan terakhir.

​"Kami manfaatkan air sungai tersebut sudah hampir dua bulan, baik untuk mandi, mencuci, dan kebutuhan lainnya. Jarak dari rumah ke Sungai Cikarang sekitar tiga kilometer," ujarnya.

Senada dengan Ela, Wahyu (53 tahun), warga Kampung Cicadas RT 08/02 Desa Pasirpanjang, menyebut kualitas air di kubangan sungai masih terbilang layak pakai.

​"Airnya lumayan masih jernih. Kendati alirannya sudah kecil, masih banyak kubangan yang menyimpan air. Dipakai mencuci, mandi, kadang untuk air minum juga," kata dia.

​Salah satu titik favorit warga berada di area perbatasan Desa Kadaleman (Kecamatan Surade) dan Desa Caringinnunggal (Kecamatan Waluran). Di lokasi ini, batu-batu besar membentuk kolam alami yang menampung air bersih dalam jumlah cukup banyak.

​Tingginya ketergantungan warga terhadap sumber air tersebut membuat akses jalan menuju sungai sengaja diperlebar agar dapat dilalui kendaraan roda empat. Hal ini memudahkan warga yang datang mengangkut air menggunakan mobil tangki atau alat transportasi lainnya.

​Untuk diketahui, Sungai Cikarang membentang melintasi Kecamatan Jampangkulon, Waluran, Surade, hingga Ciracap, dan bermuara di Samudra Hindia, tepatnya di kawasan perkebunan Asabaland, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi.

Editor : Oksa Bachtiar Camsyah

Tags :
BERITA TERKAIT