Sukabumi Update

MUI Kabupaten Sukabumi Ajak Warga Minta Hujan Lewat Shalat Istisqa, Ini Tata Caranya

Ilustrasi - MUI Kabupaten Sukabumi Serukan Salat Istisqa, Umat Diajak Taubat dan Perbanyak Sedekah. (Sumber : pexels.com/@Dibakar Roy)

SUKABUMIUPDATE.com – Umat Islam di Kabupaten Sukabumi diimbau untuk melaksanakan Shalat sunnah Istisqa sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan. Hal ini karena Jawa Barat termasuk Sukabumi mengalami kekeringan akibat adanya kemarau panjang.

Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi Nomor 08/MUI-KABSI/ED/IX/2026 tentang Himbauan Pelaksanaan Sholat Istisqo dan Upaya Menjaga Lingkungan, yang diterbitkan pada 15 September 2026.

Dalam surat edaran tersebut, MUI Kabupaten Sukabumi mengajak seluruh umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui pelaksanaan Shalat Istisqa.

Selain itu, masyarakat diimbau memperbanyak istighfar, memohon ampunan, bertaubat dari segala dosa dan kemaksiatan, serta memperbanyak sedekah dan kepedulian sosial terhadap sesama.

Baca Juga: Data Center AI Rp3,5 Triliun Dibangun di Jatiluhur, Publik Soroti Kebutuhan Air dan Dampak Lingkungan

MUI Kabupaten Sukabumi juga menginstruksikan seluruh pengurus MUI tingkat kecamatan dan desa, pimpinan pondok pesantren, serta pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) untuk memfasilitasi dan menyelenggarakan Shalat Sunnah Istisqa secara berjamaah.

Pelaksanaan salat tersebut dapat dilakukan di lapangan terbuka atau halaman masjid di wilayah masing-masing dengan tetap berkoordinasi bersama aparatur pemerintah setempat.

"Mengajak para khatib dan imam masjid untuk senantiasa menyisipkan doa memohon diturunkannya hujan (doa istisqa) yang membawa rahmat dan keberkahan (hujan yang nafi'an) pada setiap khutbah Jum'at dan di setiap akhir shalat fardhu," demikian salah satu poin dalam surat edaran tersebut.

Langkah itu diharapkan dapat mendorong pelaksanaan Shalat Istisqa secara masif dan khusyuk serta menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Sukabumi.

Baca Juga: Laka Tunggal di Panenjoan Ciemas Sukabumi, Ayah dan Anak Meninggal Dunia

Surat edaran tersebut ditandatangani Ketua Umum MUI Kabupaten Sukabumi KH. E. Fatahillah Nadir dan Sekretaris Umum KH. Encep Hadiana, S.Pd.I., M.Si.

Berikut adalah tata cara shalat Istisqa, dikutip dari laman Baznas:

Tata Cara Shalat Istisqa

Shalat istisqa merupakan shalat sunnah yang dilaksanakan untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT. Adapun tata cara pelaksanaannya sebagai berikut:

  1. Imam dan jamaah dianjurkan berkumpul di lapangan atau tempat terbuka untuk melaksanakan shalat secara berjamaah (bisa di masjid).

  2. Shalat istisqa dilaksanakan tanpa azan dan iqamah. Sebelum memulai shalat, imam dan makmum berniat melaksanakan shalat istisqa dua rakaat karena Allah SWT.

    "Ushalli sunnatal istisqā'i rak'ataini mustaqbilal qiblati (imāman/makmūman) lillāhi ta‘ālā."

  3. Setelah takbiratul ihram, pada rakaat pertama dilakukan tujuh kali takbir tambahan, sedangkan pada rakaat kedua dilakukan lima kali takbir tambahan.

  4. Setiap rakaat diawali dengan membaca Surah Al-Fatihah dan dilanjutkan dengan surah pendek yang dibaca dengan suara jelas sehingga dapat didengar oleh jamaah.

  5. Selanjutnya dilakukan rukuk, sujud dua kali, serta duduk di antara dua sujud sebagaimana tata cara shalat pada umumnya.

  6. Pada rakaat kedua setelah sujud terakhir, imam dan makmum melakukan tahiyat akhir dengan membaca tasyahud dan shalawat sebagaimana dalam shalat wajib.

  7. Shalat diakhiri dengan salam ke kanan dan ke kiri.

  8. Setelah shalat selesai, imam menyampaikan khutbah istisqa sebanyak dua khutbah yang dipisahkan dengan duduk sejenak di antara keduanya.

Rukun dan tata cara khutbah istisqa pada dasarnya sama dengan khutbah Idul Fitri maupun Idul Adha. Khutbah pertama diawali dengan sembilan kali takbir, sedangkan khutbah kedua diawali dengan tujuh kali takbir.

Dalam khutbahnya, khatib dianjurkan mengajak jamaah untuk memperbanyak istighfar, bertaubat, dan memohon ampun atas segala dosa dengan harapan Allah SWT mengabulkan permohonan serta menurunkan hujan yang membawa keberkahan.

Pada akhir setiap khutbah, khatib disunnahkan membaca doa istisqa dengan menghadap kiblat dan membelakangi jamaah. Khatib juga dianjurkan membalik atau menukar posisi selendang maupun sorban yang dikenakan di pundaknya sambil mengangkat kedua tangan.

Doa Istisqo

Salah satu doa istisqa yang diriwayatkan oleh Imam As-Syafi'i, Abu Dawud, dan para perawi lainnya adalah:

"Allahummasqinā ghaitsan mughītsan hanī'an marī'an ghadaqan mujallalan thabaqan shahhan dā'iman."

Artinya: "Ya Allah, turunkan kepada kami air hujan yang menolong, mudah, menyuburkan, yang lebat, banyak, merata, menyeluruh, dan bermanfaat abadi."



Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT