Sukabumi Update

Ketua RT di Jampangkulon Sukabumi Meninggal Tersengat Listrik Saat Perbaiki Mesin Air

Polsek Jampangkulon saat cek lokasi meninggalnya ketua RT akibat tersengat listrik mesin pompa air. (Sumber Foto: Dok. Polsek Jampangkulon)

SUKABUMIUPDATE.com - Pria lansia di Kampung Simpangbungur, Desa Bojonggenteng, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, meninggal dunia usai tersengat listrik saat memperbaiki mesin pompa air di rumahnya, Selasa (29/9/2026) siang.

Korban diketahui berinisial D (65), seorang petani yang juga menjabat sebagai Ketua RT 009/003 Kampung Simpangbungur.

Kapolsek Jampangkulon, AKP Muhlis, membenarkan adanya insiden tragis yang menimpa warga setempat tersebut. Peristiwa diperkirakan terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.

​"Korban bermaksud memperbaiki mesin air di rumahnya yang mengalami gangguan pada bagian kelistrikan. Saat melakukan perbaikan, terdapat kabel listrik dalam keadaan terputus," ujar AKP Muhlis saat dikonfirmasi sukabumiupdate.com, Selasa malam.

Baca Juga: Niat Bantu Warga Perbaiki Pompa, Ketua RT di Sukabumi Meninggal Jatuh ke Sumur 23 Meter

AKP Muhlis menjelaskan, dugaan awal menyebutkan korban memegang kabel tersebut tanpa menyadari bahwa arus listrik masih mengalir.
​
"Korban memegang kabel tanpa mengetahui aliran listrik masih menyala, sehingga seketika langsung tersengat dan jatuh pingsan di lokasi," tambah AKP Muhlis.
​
Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh anak korban, beserta pihak keluarga dan warga sekitar. Mereka segera memberikan pertolongan pertama dan membawa korban dari tempat kejadian perkara (TKP) menuju ke dalam rumah.
​
Pihak keluarga kemudian bergegas memanggil petugas medis dari Puskesmas Jampangkulon untuk memeriksa kondisi D. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan medis di rumah duka, petugas menyatakan korban sudah meninggal dunia. Selain akibat sengatan listrik, berdasarkan keterangan keluarga, korban juga memiliki riwayat penyakit darah tinggi (hipertensi).

​Menerima informasi tersebut, jajaran Polsek Jampangkulon langsung menerjunkan personel ke lokasi kejadian untuk melakukan serangkaian tindakan kepolisian.
​
"Anggota kami sudah mendatangi dan mengamankan TKP, mengamankan barang bukti berupa kabel, memintai keterangan saksi-saksi dan pihak keluarga, serta berkoordinasi dengan Puskesmas Jampangkulon," tegas AKP Muhlis.
​
Pihak keluarga menyatakan telah ikhlas dan menerima kejadian naas ini sebagai musibah. Jenazah almarhum rencananya akan dimakamkan pada Rabu (30/9/2026) besok, sembari menunggu kedatangan pihak keluarga dari Bandung.

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT