Sukabumi Update

Badai di Sukabumi Utara: 12 Kendaraan Tertimpa Pohon Beringin Tumbang di SMAN 1 Cicurug

Petugas gabungan melakukan evakuasi pohon beringin yang tumbang di area SMAN 1 Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Rabu 30 September 2026 sore (Sumber: Dok BPBD)

SUKABUMIUPDATE.com - Sebuah pohon beringin berukuran besar di area depan SMAN 1 Cicurug, Jalan Koramil No. 65, Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, tumbang usai diterjang hujan deras disertai angin kencang pada Rabu (30/9/2026). Peristiwa yang terjadi menjelang berakhirnya jam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) ini sempat memicu kepanikan siswa serta merusak fasilitas sekolah dan belasan kendaraan.

Plt Kepala SMAN 1 Cicurug, Yuliadi, menuturkan bahwa cuaca ekstrem melanda kawasan sekolah sekitar pukul 14.00 hingga mendekati 15.00 WIB. Hujan deras yang mengguyur tidak berlangsung lama, namun disertai hembusan angin kencang dan petir.

"Hujan yang besarnya tadi lumayan, cuma ya enggak sampai setengah jam. Tadi itu kisaran jam dua lewat hampir menuju setengah tiga," kata Yuliadi saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.

Baca Juga: Diduga Korsleting, 9 Kios di Pasar Surade Sukabumi Kebakaran

Yuliadi menceritakan, saat insiden terjadi dirinya sedang berada di bangunan bagian belakang sekolah. Angin kencang bertiup dari arah belakang menuju blok bagian kanan bangunan depan.

"Saya kebetulan pas tadi di belakang di sana. Begitu ke depan, ya lihat udah rubuh. Anginnya besar banget dari arah belakang sana. Pokoknya bagian blok sebelah kanan ruangan, terutama yang atas, kena semua," ungkapnya.

Pohon beringin yang tumbang tersebut diperkirakan sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Meski demikian, pihak sekolah sebelumnya tidak mengkhawatirkan keberadaan pohon tersebut karena belum pernah terjadi hal serupa.

Baca Juga: Kebakaran di Pasar Surade Sukabumi, Api Muncul Dari Deretan Kios Belakang

"Memang sih sudah tua, ya. Dari '94, kalau enggak salah '94 sudah ada pohon ini. Cuma sebelumnya tidak diperkirakan seperti ini, belum pernah lah gitu. Jadi tidak ada kekhawatirkan apa-apa sebenarnya," ujar Yuliadi.

Akibat kejadian ini, bagian atas gedung terimbas, khususnya area laboratorium kimia. Kerusakan terjadi pada bagian plafon luar dan beberapa plafon dalam yang jebol hingga memicu kebocoran.

"Yang kena itu lab kimia, cuma sedikit sih. Plafon bagian luarnya aja yang kena, enggak terlalu parah sebenarnya, cuma bocornya sampai ke dalam. Pas kejadian kebetulan tidak ada orang di lab," terangnya.

Baca Juga: Hadiri Mayors Talk 2026, Ayep Zaki Tegaskan Kota Sukabumi jadi Bagian Membangun Ketahanan Perkotaan

Mengenai situasi siswa saat pohon rubuh, Yuliadi tidak memungkiri sempat ada ketakutan di lingkungan sekolah. Karena waktu kejadian bertepatan dengan jam pelajaran terakhir, pihak sekolah mengambil keputusan untuk menghentikan KBM lebih awal.

"Sebagian siswa ada yang panik juga, jadi kita tenangkan dulu. Karena kebetulan pas jam-jam akhir, jadi kita hentikan dulu KBM. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa," tegasnya.

Sebagai langkah awal, pihak sekolah fokus pada pembersihan area dan penanganan sementara. "Sementara ini kita bersihkan dulu. Ke depannya mungkin kita identifikasi dulu kerusakannya, berat ringannya, baru nanti kita ambil tindakan lanjut untuk kebutuhan perbaikannya," tambah Yuliadi.

Baca Juga: Pasir Limo Bogor, Menjelajah Jalur Perbukitan 1075 Mdpl hingga Titik Panorama Cisadon

Sementara itu, Komandan Posko III Cicurug Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi, Hasan Basri, menyatakan pihaknya segera merespons begitu menerima laporan dari warga dan pihak sekolah.

"Untuk kejadian pohon tumbang terjadi pukul 2 sore, angin sangat kencang sekali. Kami mendapat laporan dari warga atau dari sekolah SMAN 1 Cicurug, dan kami menerjunkan rescue Cicurug dan Parungkuda bersama P2BK Kecamatan Cicurug," jelas Hasan.

Hasan mengonfirmasi ukuran pohon yang tumbang tergolong sangat besar. Selain merusak plafon depan bangunan sekolah, batangan dan ranting pohon juga menimpa kendaraan milik warga atau staf yang terparkir.

Baca Juga: Head to Head Timnas Indonesia vs Bangladesh, Terakhir Berakhir Imbang 0-0

"Pohon jenis beringin. Besar sekali untuk ukuran segini. Tidak ada korban jiwa, cuma untuk kendaraan ada 2 unit mobil dan 10 kendaraan roda dua. Ada yang hancur ringan dan berat karena tertimpa reruntuhan di sini," rinci Hasan.

Proses evakuasi material pohon dilaporkan mengalami kendala teknis lantaran kondisi cuaca dan arena yang licin pascahujan deras.

"Untuk kendalanya, waktu kejadian hujan sekali dan anggota untuk memanjat pohon ini sangat licin sekali, Pak. Jadi kita memerlukan tali-temali dan anggota memakai sit harness," tuturnya.

Baca Juga: Manchester City Bantah Tuduhan Pelanggaran FFP Liga Inggris, Siap Ajukan Banding

Hingga Rabu sore, tim gabungan dari Damkar dan instansi terkait masih terus berupaya menyingkirkan puing-puing dahan pohon agar lokasi SMAN 1 Cicurug kembali kondusif.

Editor : Fitriansyah

Tags :
BERITA TERKAIT