SUKABUMIUPDATE.com - Hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Rabu (30/9/2026) siang. Cuaca ekstrem ini mengakibatkan puluhan atap rumah warga beterbangan hingga pohon tumbang yang menimpa deretan kendaraan.
Berdasarkan laporan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cicurug, dampak paling banyak tercatat di Desa Purwasari. Sebanyak 48 rumah dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap, mulai dari rusak ringan, sedang hingga berat.
Rinciannya, sebanyak 25 rumah terdampak di Kampung Purwasari RT 01/RW 01, kemudian 9 rumah di RT 02/RW 01, serta 14 rumah di RT 03/RW 01.
“Curah hujan tinggi disertai angin kencang mengakibatkan 48 rumah warga Desa Purwasari atapnya berterbangan dari rusak ringan sedang hingga berat,” kata M Abdul Rizki, P2BK Cicurug kepada Sukabumiupdate.com, Kamis (1/10/2026).
Di Desa Purwasari selain permukiman warga, dampak lainnya terjadi di halaman SMAN 1 Cicurug. Satu pohon tumbang setelah hujan deras disertai angin kencang dan menimpa dua unit mobil serta 10 sepeda motor. Pohon tersebut juga mengenai tembok di samping sekolah.
Baca Juga: Cuaca Jabar 1 Oktober 2026, Awal Bulan Sukabumi Potensi Hujan Sedang hingga Lebat di Siang Hari
“Intensitas curah hujan tinggi disertai angin kencang mengakibatkan satu pohon tumbang di halaman sekolah SMAN 1 Cicurug, yang menimpa dua unit mobil dan 10 unit motor juga menimpa tembok samping sekolah. Tidak ada korban luka jiwa dalam kejadian ini,” tutur Rizki.
Penanganan pohon tumbang di SMAN 1 Cicurug melibatkan sejumlah unsur, di antaranya P2BK Cicurug–Cidahu, Tagana Cicurug, Pemerintah Kecamatan dan Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Relawan Gabungan, Satgas BPBD, hingga Damkar Pos 3 Cicurug–Tim Rescue.
Cuaca Ekstrem Juga Melanda Desa Nyangkowek
Dampak hujan deras disertai angin juga meluas ke Desa Nyangkowek dan memaksa beberapa kepala keluarga (KK) untuk mengungsi.
Di Kampung Leuwinanggung RT 01/RW 03, dua pohon tumbang menimpa rumah milik Ahmad, 69 tahun. Rumah tersebut dilaporkan tidak dapat ditempati sehingga satu keluarga yang terdiri dari tiga jiwa harus mengungsi.
Baca Juga: Aspal Jalan Leuwiliang-Bojongtipar Ditumbuhi Rumput, Dinas PU Sukabumi Minta Penyedia Perbaiki
“Curah hujan tinggi disertai angin kencang mengakibatkan dua pohon tumbang yang menimpa satu rumah sehingga menyebabkan rumah tersebut tidak bisa ditempati. Rumah yang dihuni oleh satu KK tiga jiwa milik Bapak Ahmad (69),” ujar Rizki.
Kemudian di Kampung Bojongpereng RT 03/RW 03, awning (penutup/kanopi) rumah milik Wahyu dilaporkan menimpa rumah di sebelahnya milik Nawiah. Dalam laporan tersebut, tiga KK dengan total 10 jiwa tercatat mengungsi.
“Awning rumah milik Bapak Wahyu menimpa rumah di sampingnya milik Ibu Nawiah. Tidak ada korban,” katanya.
Sementara di Kampung Perubahan Sampireun RT 03/RW 05, awning rumah milik Hany terdampak akibat hujan deras dan angin kencang. Satu KK yang terdiri dari tiga jiwa tercatat sebagai korban terancam.
Kejadian serupa juga dilaporkan di Kampung Asgora RT 04/RW 01. Dalam dua laporan terpisah, P2BK Cicurug mencatat dampak pada awning rumah milik Iwan S dan Rumsih.
Baca Juga: Gunakan Limbah Kain, Pengolahan Batu Kapur di Jampangtengah Sukabumi Terancam Sanksi DLH
Pada seluruh titik kejadian tersebut, P2BK Cicurug berkoordinasi dengan perangkat desa, Tagana, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, relawan dan warga untuk melakukan assessment serta penanganan di lokasi.
Kebutuhan mendesak yang tercatat yakni pada penanganan evakuasi. Hingga berita ini ditayangkan, nilai kerugian akibat kejadian tersebut masih dalam kajian.
P2BK Cicurug juga terus melakukan pemantauan dan pendataan terhadap dampak hujan deras disertai angin kencang yang terjadi di wilayah terdampak.
Editor : Ikbal Juliansyah