SUKABUMIUPDATE.com - Satreskrim Polres Sukabumi masih menghadapi kendala dalam mengidentifikasi jasad pria yang ditemukan di bawah kolong Jembatan Tol Bocimi Seksi II, Kilometer 69 arah Bogor, Kampung Langkob, Desa Cibunarjaya, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi.
Jasad yang ditemukan pada Selasa (29/9/2026) pagi tersebut berada dalam kondisi terikat, terbungkus karung dan plastik hitam juga terikat. Lokasi penemuan ini berada cukup jauh dari permukiman warga.
Kasatreskrim Polres Sukabumi IPTU Dudi Suharyana mengatakan, proses identifikasi korban terkendala kondisi jasad yang sudah mengalami pembusukan.
"Ya, saat ini kami masih berusaha mencari identitas kesulitannya," ujar Dudi saat dikonfirmasi sukabumiupdate.com, pada Kamis (1/10/2026).
Menurutnya, kondisi tangan korban juga menyulitkan proses identifikasi melalui sidik jari. Selain itu, sebagian bagian wajah korban sudah mengalami kerusakan hingga sulit dikenali.
Baca Juga: Suyudi Ario Seto Diajukan Jadi Kapolri oleh Prabowo, Hari Ini Jalani Fit and Proper Test
"Kondisi sudah pembusukan," katanya.
Dudi menjelaskan, bagian wajah jasad bahkan sudah tidak menunjukkan bentuk wajah secara jelas. Sementara sidik jari korban disebut sudah melepuh.
"Wajah udah tidak ter lihat bentuk wajah. Terus, sidik jari sudah melepuh," ungkapnya.
Hingga kini, polisi baru memiliki sejumlah petunjuk dari pakaian yang dikenakan korban. Di antaranya kaos berwarna putih bergambar barong dengan tulisan Bali serta celana training berwarna hitam berlis kuning.
"Petunjuk paling terlihat sekarang kan hanya menggunakan kaos warna putih bergambar barong bertuliskan Bali dan training hitam berlis kuning," kata Dudi.
Polisi juga belum menemukan tanda khusus pada tubuh korban yang dapat membantu proses identifikasi. Tidak ditemukan tato maupun barang yang melekat seperti cincin atau kalung.
Baca Juga: Bantuan Upah Rp900 Ribu dari Prabowo untuk 13,3 Juta Pekerja dalam Tiga Bulan
"Sementara petunjuk yang ada itu. Karena tanda di badan juga nggak ada. Tato, cincin, kalung dan lain sebagainya nggak ada yang melekat," ujarnya.
Terkait perkiraan usia dan berapa lama korban telah meninggal dunia, Dudi mengatakan polisi masih menunggu hasil autopsi dari rumah sakit.
"Sampai dengan saat ini masih nunggu hasil otopsi dari rumah sakit. Kita nggak bisa memperkirakan," katanya.
"Usia belum. Nanti setelah hasil otopsilah keluar. Biar pasti," sambungnya.
Polisi Dalami Dugaan Jasad Dibuang dari Atas Tol
Sementara terkait dugaan jasad tersebut dibuang atau dijatuhkan dari atas jalan tol, polisi masih melakukan pendalaman. Dugaan itu muncul karena jasad ditemukan tepat di bawah sisi jalan tol dengan ketinggian sekitar tujuh meter.
Baca Juga: Thom Haye Absen Lawan Bangladesh, John Herdman Ungkap Kondisi Sang Gelandang
"Ya kemungkinan besarnya seperti itulah. Kan itu di pinggir tol di bawah, ketinggian 7 meter itu," ujar Dudi.
Polisi hingga kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas serta penyebab kematian korban.
Dudi mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera melapor atau menghubungi pihak kepolisian. Masyarakat juga diminta menyampaikan informasi sekecil apa pun yang berkaitan dengan ciri-ciri korban untuk membantu proses identifikasi.
"Kalau ada keluarga yang merasa kehilangan segera menghubungi kepolisian," imbaunya.
Editor : Ikbal Juliansyah