Sukabumi Update

ART Menghilang, Dugaan Pembunuhan Dibalik Kematian Dosen di Kampung Bakti Sukabumi

Garis polisi di rumah dosen yang ditemukan membusuk, pada Jumat 25 September 2026 (Sumber: su/awal)

SUKABUMIUPDATE.com - Misteri kematian Petrus Pallangan (74) di Kampung Bakti, Desa Cimahi, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi mulai tersingkat. Polisi mendalami dugaan pembunuhan dan mengejar orang yang diduga menjadi pelakunya.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sejumlah kejanggalan, termasuk beberapa barang milik korban yang dilaporkan hilang. Petrus Pallangan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam rumahnya, Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 11.40 WIB.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi Iptu Dudi Suharyana menjelaskan bahwa korban berprofesi sebagai dosen, dan ber KTP Kota Cimahi Jawa Barat. "Ya betul, informasi yang saya dapat demikian, almarhum seorang dosen," ujar Dudi, Kamis (1/10/2026).

Dudi mengatakan, penyidik kini tengah mendalami orang-orang yang pernah berhubungan maupun memiliki kedekatan dengan korban. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan setelah polisi menemukan sejumlah kejanggalan saat melakukan olah TKP awal.

Baca Juga: 9 Kios di Pasar Surade Sukabumi Ludes Terbakar, Disdagin Taksir Kerugian Rp1 Miliar

“Saat ini ada pihak atau orang yang memang sedang kami car untuk pendalaman,” kata Dudi.

Polisi tengah mengumpulkan bukti untuk menguatkan dugaan terhadap pihak yang sedang didalami. "Ada kemungkinan itu termasuk orang yang dekat. Kemudian kita sedang mengumpulkan bukti persesuaian antara sangkaan dengan orang dimaksud," ujarnya.

ART Menghilang

Kematian Petrus Pallangan terungkap dari anak kandung korban, Devi Aprilianti yang tak bisa menghubungi ayahnya via telepon sejak Selasa 15 September 2026. Meskipun ponsel korban aktif, panggilan tersebut tidak kunjung mendapat balasan.

Dua hari berselang, Rabu (17/9/2026), Devi berinisiatif mengontak Agus, asisten rumah tangga yang bekerja di rumah ayahnya. Namun, nomor ponsel Agus justru sudah tidak aktif.

Baca Juga: Bupati Sukabumi Soal Urgensi Raperda Investasi dan Perseroda Tirta Jaya Mandiri

Merasa ada yang tidak beres, Devi yang berdomisili di Jakarta Utara mendatangi langsung rumah ayahnya di Cicantayan di Kampung Bhakti. 

"Namun saat itu rumah dalam keadaan terkunci dan dipanggil-panggil tidak ada respons, ditambah adanya aroma bau bangkai yang sangat menyengat membuat saksi menjadi curiga," ungkap Kapolsek Cibadak Polres Sukabumi, AKP Joko Susanto Supono kepada , jurnalis saat itu.

Kemudian anak korban meminta bantuan kepada RT setempat membantu membongkar pintu rumah ayahnya secara paksa dengan cara dibor menggunakan jasa tukang kunci. Begitu pintu berhasil dibuka, pihak keluarga dan pengurus RT mendapati korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa di atas tempat tidur.

Atas dasar kecurigaan anak korban meminta kepolisian melakukan otopsi. Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Kramat Jati Jakarta.

Editor : Fitriansyah

Tags :
BERITA TERKAIT