SUKABUMIUPDATE.com - Empat pelajar ditemukan dalam kondisi terluka di Kampung Cimanggu RT 02/RW 06, Desa Ciheulang Tonggoh, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Kamis (1/10/2026) malam, yang diduga kuat melakukan aksi tawuran.
Sekretaris Desa (Sekdes) Ciheulang Tonggoh, Nurdin, mengatakan informasi keberadaan para pelajar terluka tersebut diterima pihak desa sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, ia mendapat laporan via telepon dari Satgas Linmas berdasarkan aduan Ketua RT 02 setempat terkait dugaan tawuran.
“Katanya ada tawuran. Gak tahu anak mana, tapi ada yang terluka. Yang terluka juga empat orang,” kata Nurdin saat diwawancarai sukabumiupdate.com, Jumat (2/10/2026).
Mendapat informasi tersebut, Nurdin bersama Satgas Linmas langsung menuju lokasi kejadian menggunakan ambulans desa. Setibanya di Kampung Cimanggu, warga sudah berkumpul dan menangani empat pelajar tersebut yang menurut pengakuan mereka masih duduk di kelas 3 SMP tersebut.
Baca Juga: Perumdam TJM Jadi Perseroda, DPRD Sukabumi Bicara Soal Layanan Air Bersih dan Genjot PAD
Berdasarkan pengakuan awal, para pelajar tersebut berasal dari wilayah Kecamatan Parungkuda, di mana salah satunya mengaku bersekolah di area Palasari, Parungkuda.
Di sekitar lokasi kejadian, Nurdin mengatakan Senjata tajam yang ditemukan disebut berbahan besi dengan panjang sekitar satu meter lebih dan bagian ujungnya menyerupai senjata tajam jenis celurit. Barang bukti tersebut kemudian langsung diserahkan kepada pihak kepolisian.
“Identifikasi mengarah ke tawuran, soalnya mereka membawa senjata tajam,” ujarnya.
Meski begitu, Nurdin mengaku belum bisa memastikan kronologi pasti bentrokan tersebut. Sebab saat ia tiba di lokasi, kejadian telah usai dan para korban sudah dalam kondisi terluka dibagian tangan dan kepala.
“Saya juga belum menanyakan lagi ke pihak saksi yang di lapangan, apakah mereka memang tawuran atau gimana. Masih jadi simpang siur,” katanya.
Baca Juga: 100 Becak Listrik Kiriman Prabowo Siap Meluncur ke Destinasi Wisata Sukabumi
Dari keterangan sementara para korban, rombongan mereka berangkat dari Parungkuda setelah Magrib menggunakan empat sepeda motor secara berboncengan dengan pengakuan mereka satu motor ditumpangi tiga orang.
Mereka mengaku berniat menemui kelompok lain setelah membuat janji untuk bertemu. Namun saat ditemukan warga, hanya tersisa empat orang, para pelajar tersebut mengaku sebagian lainnya telah melarikan diri.
Guna penanganan lebih lanjut, Nurdin menyerahkan kejadian ini ke pihak kepolisian. Setelah berada di Polsek Cibadak, para pelajar tersebut kemudian mendapat penanganan medis. Nurdin mengatakan berdasarkan informasi yang diterimanya, pihak kepolisian membawa mereka ke RS Sekarwangi untuk mendapatkan pengobatan.
Hingga Jumat (2/10/2026), Nurdin mengaku belum mengetahui perkembangan terbaru mengenai keempat pelajar tersebut, termasuk apakah mereka masih menjalani pemeriksaan atau sudah dipulangkan.
Baca Juga: Persib Bandung Gunakan Si Jalak Harupat sebagai Kandang Sementara Selama Oktober 2026
“Belum ada kontak lagi. Semalam juga minta informasi ke pihak Bhabinkamtibmas, katanya lagi diproses semalam. Nanti lanjutnya dikasih informasi,” katanya.
Sementara itu, kepastian mengenai kronologi kejadian, termasuk apakah benar terjadi tawuran dan bagaimana keempat pelajar tersebut mengalami luka, sukabumiupdate.com masih menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian.
Editor : Ikbal Juliansyah