SUKABUMIUPDATE.com - Dampak kemarau panjang yang melanda wilayah Sukabumi Selatan semakin dirasakan masyarakat. Sudah hampir satu bulan terakhir, warga dari empat kampung di Desa Cibenda, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, terpaksa memanfaatkan sisa aliran Sungai Ciletuh di kawasan Curug Awang untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
Empat wilayah yang terdampak krisis air tersebut meliputi Kampung Sindanghayu 1, Sindanghayu 2, Pasirceuri, dan Kampung Sindangkasih. Kondisi sungai yang kian mengering memaksa warga mengambil air dari kubangan bebatuan dasar sungai yang masih menyisakan air.
Kepala Desa Cibenda, Adi Rizwan, yang akrab disapa Kades Hurung—membenarkan kondisi krisis air bersih yang dialami oleh sebagian konstituennya tersebut.
"Betul, sudah hampir satu bulan warga di empat kampung tersebut mengalami kesulitan air bersih akibat kemarau panjang. Pilihan yang ada saat ini adalah memanfaatkan sisa air di kubangan bebatuan Sungai Ciletuh, sekitar kawasan Curug Awang," ujar Kades Hurung kepada Sukabumiupdate.com, Sabtu (3/10/2026).
Baca Juga: Milad 30 Tahun Al Kausar Boarding School, Dari Legacy Habibie Menuju Future Changemakers
Setiap hari, warga harus menempuh jarak sekitar dua kilometer dari permukiman menuju lokasi sungai. Aktivitas harian seperti mandi, mencuci pakaian, hingga mengambil air untuk persediaan di rumah kini dipusatkan di tempat tersebut.
Meski berada dalam situasi sulit, warga berusaha menjalaninya dengan kebersamaan. Banyak warga mendatangi lokasi menggunakan sepeda motor sambil membawa jeriken atau galon.
Di lokasi sungai, mereka juga menyempatkan diri mencuci kendaraan. Bahkan, tidak jarang warga menggelar tradisi botram (ngaliwet) bersama di sekitar bebatuan sungai sembari menunggu giliran mengambil air.
Pemerintah Desa Cibenda menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi kekeringan di wilayahnya guna menyiapkan langkah penanganan lebih lanjut.
Editor : Ikbal Juliansyah