SUKABUMIUPDATE.com - Suara gemuruh memecah ketenangan warga Kampung Simpang, Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (4/10/2026) malam. Tepat pukul 19.00 WIB, atap dua ruang kelas di MTs Al-Muhajirin ambruk hingga rata dengan tanah.
Bangunan yang menampung aktivitas belajar siswa kelas 8 dan kelas 9 tersebut tak lagi mampu menahan beban. Kayu-kayu penyangga yang sudah mengering dan lapuk dimakan usia akhirnya menyerah, meruntuhkan material atap ke dalam ruangan.
Beruntung, musibah ini terjadi di luar jam sekolah. Saat material atap berjatuhan, kondisi sekolah dalam keadaan kosong sehingga tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.
Baca Juga: Dede Sunandar Tersungkur di Ring, Vicky Prasetyo Menangis dan Minta Maaf
Pengajar MTs Al-Muhajirin, Lili Mulyana, mengungkapkan bahwa kondisi fisik bangunan tersebut sebenarnya sudah lama memprihatinkan. Lapuknya material kayu menjadi pemicu utama robohnya atap secara mendadak.
"Kondisi bangunannya memang sudah lama mengalami kerusakan. Material kayunya sudah lapuk, jadi tidak kuat lagi menopang atap," ujar Lili Mulyana saat dikonfirmasi Sukabumiupdate.com, Senin (5/10/2026).
Meski kehilangan dua ruang kelas utama, pihak sekolah berkomitmen agar proses belajar mengajar tidak terhenti. Mulai hari ini, para siswa kelas 8 dan 9 terpaksa mengungsi dan menyekat ruangan seadanya di area sekolah yang masih aman.
Baca Juga: Cek Fakta: Video Kades Cekcok dengan Biduan di Cimanggu, Ternyata Bukan Sukabumi
"Sementara ini, kegiatan belajar mengajar siswa kami alihkan ke ruang perpustakaan dan ruang guru agar anak-anak tetap bisa belajar," tambah Lili.
Kejadian di RT 03 RW 08 Desa Cikangkung ini menjadi alarm keras bagi keselamatan sarana pendidikan di wilayah pelosok. Pihak sekolah dan warga setempat berharap ada perhatian serta bantuan cepat dari pemerintah daerah maupun instansi terkait untuk segera merehabilitasi bangunan MTs Al-Muhajirin, demi mengembalikan kenyamanan dan keamanan para siswa dalam menuntut ilmu.
Editor : Fitriansyah