Sukabumi Update

Solusi Penerangan di Desa Bumisari, Mahasiswa KKN Nusa Putra Pasang Lampu Jalan Tenaga Surya

Mahasiswa Kelompok 9E Universitas Nusa Putra pasang lampu jalan tenaga surya di Desa Bumisari, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi. (Sumber Foto: Dok. Tim KKN)

SUKABUMIUPDATE.com - Akses jalan minim penerangan yang dipadu dengan kondisi rusak dan berbatu di Desa Bumisari, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, mulai mendapat sentuhan solusi.

Melihat potensi bahaya keselamatan bagi warga dan pengguna jalan saat malam hari, Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 9E Universitas Nusa Putra berkolaborasi dengan Kelompok 9C dan 9D memasang Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) Tenaga Surya (solar cell) di sejumlah titik rawan.

Pemasangan penerangan mandiri berbasis energi terbarukan ini direalisasikan pada 16 Agustus 2026 usai melalui tahap survei dan kaji kebutuhan lapangan.

Mahasiswa KKN Kelompok 9E Universitas Nusa Putra menjelaskan bahwa kondisi geografis Desa Bumisari yang berkelok dengan kontur naik-turun menjadi alasan utama pemilihan teknologi penerangan surya.

"Hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian ruas jalan di Desa Bumisari mulai gelap sejak sore hari dan semakin minim pencahayaan pada malam hari. Kondisi tersebut diperparah oleh permukaan jalan yang rusak dan berbatu, kontur wilayah yang berkelok naik-turun, serta salah satu titik yang tidak memiliki rumah warga dalam radius kurang lebih 300 meter sehingga sumber cahaya dari lingkungan permukiman sangat terbatas," tulis mereka dalam laporan kegiatannya.

Adapun alasan pemasangan lampu penerangan jalan tenaga surya dipilih sebagai solusi karena teknologi ini memanfaatkan energi matahari sehingga dapat dipasang pada lokasi yang jauh dari jaringan listrik permukiman tanpa memerlukan penarikan kabel dalam jarak jauh.

Empat unit lampu penerangan jalan tenaga surya kemudian dipasang secara bergotong royong oleh gabungan mahasiswa KKN lintas kelompok.

Tahapan pekerjaan diawali dari perakitan komoditas panel dan lampu pada tiang, penentuan presisi posisi tiang di pinggir jalan, hingga penguatan fondasi tapak menggunakan coran semen dan beton agar tiang tidak mudah roboh saat diterpa angin kencang.

Berdasarkan uji fungsi (commissioning) pada malam hari, keempat unit lampu penerangan jalan surya tersebut berfungsi optimal menerangi area jalan yang semula gulita.

"Setelah seluruh unit terpasang, dilakukan pengecekan fungsi lampu pada malam hari. Keempat lampu dapat menyala dan memberikan tambahan pencahayaan pada titik yang sebelumnya gelap, sehingga kondisi jalan dan lingkungan sekitar dapat terlihat lebih jelas bagi pengguna jalan yang melintas pada sore dan malam hari," ungkap mereka.

Meski telah berhasil menghadirkan solusi pencahayaan di empat titik jalan krusial, tim KKN Kelompok 9E Universitas Nusa Putra mencatat sejumlah poin evaluasi untuk pengembangan keberlanjutan program di masa depan.

Hasil monitoring menunjukkan bahwa daya tahan baterai bawaan panel surya saat ini baru mampu menyalakan lampu hingga sekitar pukul 23.00 WIB. Selain itu, masih terdapat beberapa ruas jalan lain di Desa Bumisari yang memerlukan intervensi serupa.

"Program ini berhasil menjawab tujuan kegiatan dengan memberikan tambahan penerangan yang meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan pada sore dan malam hari, sekaligus mempererat kerja sama antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat. Meskipun demikian, hasil evaluasi menunjukkan bahwa cakupan program belum menjangkau seluruh titik yang membutuhkan penerangan dan daya tahan baterai lampu masih terbatas hingga sekitar pukul 23.00, sehingga program ini perlu dipandang sebagai langkah awal yang membutuhkan tindak lanjut," kata mereka.

Adapun saran dan rekomendasi yang dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pengembangan program selanjutnya adalah sebagai berikut:

  • Menambah jumlah titik lampu penerangan pada ruas jalan lain di Desa Bumisari yang masih minim pencahayaan, terutama lokasi yang jauh dari permukiman.
  • Menggunakan lampu tenaga surya dengan kapasitas penyimpanan baterai yang lebih besar agar penerangan dapat bertahan sepanjang malam.
  • Melakukan pengecekan kebutuhan penerangan dan kondisi lokasi secara cermat sebelum menentukan jenis dan spesifikasi lampu yang akan dipasang.
  • Melibatkan masyarakat dan pemerintah desa dalam pemeliharaan berkala terhadap fasilitas lampu yang telah terpasang.
  • Menjadikan hasil pelaksanaan program ini sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah desa dalam pengembangan penerangan jalan di lokasi lain yang masih membutuhkan.

Mahasiswa KKN Kelompok 9E Universitas Nusa Putra terdiri dari Taopik Akbar Hidayat, Siti Nurlela, Denaia Siti Maulidina, Icha Novela, Mahda Yulia, Asep Awaludin, Fera Jenica Wiganda, Rika Wulandari dan Calista Raysa Sabita. (*)

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT