Sukabumi Update

Polisi Ungkap Motif Pria Berbaju Oranye Ludahi Petugas Parkir RSUD Palabuhanratu Sukabumi

Tangkapan layar video viral saat pria berbaju oranye membentak dan meludahi petugas Parkir RSUD Palabuhanratu Sukabumi. (Sumber Foto: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - Polisi mengungkap motif di balik aksi pria berbaju oranye yang memaki hingga meludahi petugas loket parkir RSUD Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Pelaku berinisial O tersebut datang ke rumah sakit untuk mencari seseorang bernama Abor demi mempertanyakan kelanjutan pengelolaan parkir di Pasar Palabuhanratu yang tengah berpolemik.

Hal itu terungkap setelah jajaran Satreskrim Polres Sukabumi mendatangi pihak keluarga pelaku, hingga akhirnya yang bersangkutan kooperatif mendatangi Mapolres Sukabumi pada Senin (5/10/2026).

Kanit Tipidum Jatanras Satreskrim Polres Sukabumi, Ipda Majelis Pakpahan, mengungkapkan bahwa O sebenarnya memiliki posisi struktural di perusahaan yang berkaitan dengan pengelolaan parkir pasar tersebut.

"Motifnya menanyakan terkait parkir yang di pasar kelanjutannya mau bagaimana, dia mau ketemu Abor. Di struktur PT-nya dia sebagai direktur, cuma pengakuannya hanya nama saja," kata Majelis saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon.

Baca Juga: Viral Pria Berbaju Oranye Ludahi Petugas Parkir RSUD Palabuhanratu Sukabumi

Namun, upaya O mencari Abor justru berujung keributan di pos parkir RSUD Palabuhanratu. Di lokasi tersebut, O bertemu dengan petugas loket berinisial AG. Lantaran AG merupakan pekerja baru, ia tidak mengetahui sama sekali persoalan pengelolaan parkir pasar yang dimaksud.

Menurut Majelis, adu mulut sempat terjadi antara O dan AG hingga emosi pelaku tersulut akibat perkataan korban. Situasi kian memanas hingga berujung pada tindakan pelaku meludahi AG, yang videonya kemudian viral di media sosial.

"Terbawa emosi karena perkataan, jadi si petugas loket itu ada kata kasar (sia). Karena terbalut emosi, akhirnya terjadilah tindakan tersebut," jelas Majelis.

Setelah dimintai keterangan oleh penyidik, O mengakui seluruh perbuatannya. Ia juga menyampaikan penyesalan yang mendalam dan menyatakan kesediaannya untuk meminta maaf secara langsung kepada AG.

Saat ini, pihak kepolisian masih menunggu kedatangan korban ke Mapolres Sukabumi untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

"Pelaku belum kita pulangkan, masih menunggu korban datang ke Polres. Dia mengaku menyesali perbuatannya dan mau memohon maaf ke korban. Nanti kita lihat apakah ada ruang penyelesaian secara rukun atau seperti apa," ungkapnya.

Sebelumnya, sebuah rekaman video yang memperlihatkan aksi seorang pria membentak hingga meludahi wajah petugas parkir di RSUD Palabuhanratu viral di media sosial. Insiden itu diketahui terjadi pada Jumat (2/10/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Baca Juga: Hadiri HUT ke-81 TNI di Palabuhanratu, Bupati: Sinergi TNI-Masyarakat Kunci Sukabumi Mubarokah

Dalam video tersebut, pria berbaju oranye mendatangi loket parkir dengan nada tinggi sembari menuntut agar petugas pos segera menghubungi seseorang bernama Abor. Meski petugas loket mencoba memberikan penjelasan secara kooperatif, pria tersebut justru makin tersulut emosi hingga nekat meludahi wajah petugas di hadapan orang-orang yang mencoba melerai.

Pihak operasional pengelola parkir PT Karya Kencana Solutindo (KKS) Palabuhanratu, Abor, membenarkan terjadinya insiden yang menimpa anak buahnya tersebut.

"Ada satu motor datang ke rumah sakit, berdua mengaku dari parkir pasar. Dia menanyakan saya ke kasir parkir dan menyuruh anak buah saya menelepon. Petugas kami kan orang baru, tidak tahu apa-apa dan tidak pegang data, akhirnya dia marah-marah," kata Abor.

Abor sangat menyayangkan aksi tersebut karena dinilai salah alamat. Pengelolaan parkir internal rumah sakit sama sekali tidak memiliki kaitan dengan persoalan parkir Pasar Palabuhanratu yang saat ini sedang dibahas oleh pihak KKS bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Sukabumi.

"Ini salah kaprah. Pekerja di rumah sakit tidak ada urusannya dengan masalah pasar. Kemarin kami memang hadir bersama pengacara atas perintah komisaris KKS untuk meminta ketegasan ke Disdagin, tapi tidak ada kaitannya dengan petugas pos di sini. Kami merasa diteror dengan tindakan ini," ungkapnya.

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT