Sukabumi Update

27 Warga Gunungguruh Sukabumi Diare Massal, Polisi Selidiki Sumber Air yang Dikonsumsi

Ilustrasi - Sebanyak 27 warga Desa Cikujang Gunungguruh Sukabumi terserang diare massal. (Sumber Foto: Freepik.com/jcomp)

SUKABUMIUPDATE.com - Sebanyak 27 warga di Desa Cikujang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, mendadak terserang sakit diare secara bersamaan pada Minggu (4/10/2026).

Diduga kuat, puluhan warga mengalami gangguan pencernaan massal tersebut usai mengonsumsi sumber air minum yang tercemar. Guna memastikan pemicu utama insiden kesehatan lingkungan ini, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Gunungguruh Polres Sukabumi Kota terjun melakukan penyelidikan intensif.

Kapolsek Gunungguruh, Ipda Suhendar, menjelaskan pihaknya bersama tim medis tengah menelusuri asal-usul air yang dikonsumsi oleh para korban sebelum gejala diare muncul.

Muncul dugaan bahwa puluhan warga tersebut mengalami diare setelah mengonsumsi air minum yang diduga tidak sehat. Namun, hingga kini kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber air yang dikonsumsi warga.

Baca Juga: Sanca 3 Meter Masuk Warung Depan RSUD Palabuhanratu, Sempat Lilit Tangan Petugas Damkar

"Untuk dugaan air minum yang dikonsumsi warga, masih kita lakukan penyelidikan lebih lanjut. Apakah air minum dalam kemasan atau air yang bersumber dari keran maupun sumur warga, masih didalami," ujar Suhendar kepada sukabumiupdate.com, Senin (5/1/2026).

Laporan awal mengenai lonjakan kasus diare ini diterima kepolisian dari Puskesmas Gunungguruh pada Minggu siang sekitar pukul 12.30 WIB.

Para korban tersebar di tiga wilayah permukiman, meliputi Kampung Gunungguruh (RT 033/016), Kampung Lebak Muncang (RT 039/019), serta Kampung Legok Nyenang (RT 042/021), Desa Cikujang.

Merespons laporan tersebut, personel Polsek Gunungguruh bersama Pemerintah Desa Cikujang dan tenaga medis Puskesmas bergerak menyisir rumah warga secara berpintu (door to door) guna melakukan pertolongan medis serta pendataan.

Baca Juga: Bantuan Bakal Cair Oktober - Desember 2026: Subsidi Upah Rp 900 Ribu Hingga Beras 10 Kg

Dari total 27 korban terdampak, satu di antaranya merupakan ibu hamil yang langsung dilarikan ke fasilitas Poned Puskesmas Gunungguruh untuk mendapat perawatan khusus.

"Satu orang bumil (ibu hamil) dibawa ke puskesmas gunungguruh, 17 orang sudah berangsur pulih dan 9 orang masih dalam prmantauan lebih lanjut," ungkap Kapolsek.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti dari kasus diare massal ini belum dapat disimpulkan secara final. Pihak kepolisian menegaskan masih menunggu hasil koordinasi teknis dan pengujian sampel air bersama dinas kesehatan setempat.

"Masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Kita juga berkoordinasi dengan pihak kesehatan untuk mengetahui penyebabnya," katanya.

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT