Sukabumi Update

4 Hari Hilang Terseret Ombak di Pantai Istiqomah Sukabumi, Pelajar Nagrak Ditemukan Meninggal

Tim SAR gabungan saat mengevakuasi jenazah Doa di perairan PLTU Palabuhanratu, Rabu (7/10/2026). (Sumber Foto: Dok. SAR Sukabumi)

SUKABUMIUPDATE.com - Operasi pencarian terhadap pelajar yang dilaporkan hilang akibat terseret ombak di Pantai Istiqomah, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (7/10/2026) pagi.

Pelajar bernama Doa Khairul Ikhsan (16) tersebut ditemukan mengapung dalam posisi telungkup di perairan PLTU Palabuhanratu. Lokasi penemuan berada pada radius 2,6 NM (Nautical Miles) dari titik awal kejadian.

Warga setempat, Ibud Wahyudi, mengatakan bahwa jasad korban pertama kali terlihat oleh kru kapal pemancing DENA Fishing yang sedang dalam perjalanan pulang menuju Dermaga Palabuhanratu sekitar pukul 06.17 WIB.

"Ya, betul. Itu jenazah korban yang kemarin berenang di Citepus, kemungkinan terbawa arus. Ditemukan sekitar pukul 06.17 WIB oleh kru mancing DENA Fishing saat perjalanan pulang dari laut," kata Ibud kepada sukabumiupdate.com.

Baca Juga: Hari Kedua, Gelombang Tinggi Hambat Pencarian Pelajar Hilang di Pantai Istiqomah Sukabumi

Ibud menjelaskan, saat ditemukan jasad korban masih mengenakan pakaian lengkap yang sesuai dengan ciri-ciri saat dilaporkan hilang terseret arus laut, yaitu kaus lengan pendek warna hitam dan celana pendek warna hitam.

Mendapat informasi penemuan tersebut, Tim SAR Gabungan langsung bergerak menuju lokasi penemuan, tepatnya di perairan PLTU tengah, untuk melakukan evakuasi.

"Tim SAR Gabungan langsung menuju lokasi dan berhasil mengevakuasi korban sekitar pukul 07.50 WIB. Selanjutnya, korban dibawa ke Dermaga 2 Palabuhanratu untuk kemudian dievakuasi menuju RSUD Palabuhanratu," jelas Suryo Adianto, Koordinator Pos SAR Sukabumi.

Suryo menambahkan, setelah melalui proses penanganan medis di RSUD Palabuhanratu, jenazah akan langsung diserahkan kepada pihak keluarga.

Adapun operasi SAR pada hari keempat telah mengerahkan puluhan personel gabungan dari berbagai unsur, mulai dari Pos SAR Sukabumi, Polairud Polres Sukabumi, Balawista, Pos TNI AL, UPP Kelas 3 Palabuhanratu, HNSI, RAPI, Wanadri, SAKA SAR, Sehati Gerak Bersama, SAR Khatulistiwa, hingga pihak keluarga.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Jabar 7 Oktober 2026, Sukabumi Potensi Berawan hingga Hujan

Pencarian dilakukan secara intensif mencakup jalur laut menggunakan perahu karet dan kapal patroli hingga radius 10 NM, penyisiran darat sejauh 7 KM, serta pengamatan udara menggunakan drone hingga radius 700 meter.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian secara resmi dinyatakan ditutup. Suryo turut mengimbau para wisatawan dan masyarakat untuk selalu waspada saat beraktivitas di sekitar pantai.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri berenang atau mandi di laut ketika kondisi arus tidak memungkinkan. Keselamatan harus menjadi prioritas,” pungkas Suryo.

Diberitakan sebelumnya, korban yang merupakan warga Kecamatan Nagrak tersebut dilaporkan hilang setelah terseret ombak saat berenang di Pantai Istiqomah pada Sabtu, 3 Oktober 2026 sekitar pukul 08.00 WIB. Saat kejadian, korban sedang berenang bersama rekannya, Hafidz Mubarok (17), yang beruntung berhasil diselamatkan Balawista.

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT