Sukabumi Update

151 Siswa dan Guru SMKN 1 Gunungguruh Sukabumi Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Ilustrasi - Keracunan usai santap menu MBG. | Foto : Ilustrasi Pixabay.

SUKABUMIUPDATE.com - Sebanyak 151 orang yang terdiri dari 125 siswa dan 26 guru SMKN 1 Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, mengalami gejala mual, pusing hingga diare. Keluhan tersebut diduga muncul setelah mereka mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Plt Camat Gunungguruh, Ridwan Agus Mulyawan, mengatakan pihak kecamatan menerima laporan mengenai dugaan keracunan tersebut pada Rabu (7/10/2026) pagi sekitar pukul 07.00 WIB.

Setelah menerima informasi, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Puskesmas Cibolang dan Puskesmas Gunungguruh untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

"Kami menerima laporan bahwa sudah terjadi dugaan keracunan siswa dan guru SMKN 1 Gunungguruh. Kami langsung berkoordinasi dengan Forkopimcam, Kepala Puskesmas Cibolang dan Kepala Puskesmas Gunungguruh," ujar Ridwan kepada sukabumiupdate.com pada Rabu (7/10/2026).

Baca Juga: Viral Amuk Geng Motor di Sukabumi: Rusak Fasilitas Negara, Warga Resah Pedagang Dijarah

Menurut Ridwan, berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak sekolah, sebanyak 125 siswa dan 26 guru mengalami keluhan kesehatan dengan gejala mual, pusing dan diare.

Dari jumlah tersebut, satu orang guru sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Betha Medika. Sementara sebagian siswa dan guru lainnya masih mengalami gejala dan menjalani pengobatan jalan di rumah masing-masing.

"Jumlah keseluruhan yang terdampak 151 orang, terdiri dari 125 siswa dan 26 guru. Satu orang guru sempat dirawat di RS Betha Medika," katanya.

Ridwan menjelaskan, pihak sekolah baru mengetahui adanya banyak siswa dan guru yang mengalami keluhan kesehatan pada Senin (5/10/2026), setelah melakukan pengecekan terhadap kehadiran siswa dan guru.

Setelah ditelusuri, sebagian besar korban ternyata sudah mengeluhkan sakit sejak Jumat (2/10/2026) sore, sekitar pukul 15.00 WIB.

Baca Juga: Biaya Haji 1448 H/2027 adalah Rp98 Juta, Jemaah Bayar Rp54 Juta

Berdasarkan keterangan siswa dan guru yang mengalami keluhan, gejala tersebut muncul beberapa waktu setelah mereka mengonsumsi menu MBG pada Jumat siang.

Gejala tersebut muncul setelah mereka menyantap hidangan menu MBG berupa dimsum ayam sekitar pukul 13.00 WIB di sekolah.

"Menurut informasi dari siswa dan guru yang sakit, gejala mual, pusing dan diare dirasakan beberapa waktu setelah menyantap menu MBG," ungkap Ridwan.

Meski demikian, Ridwan menegaskan penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut belum dapat dipastikan. Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi masih melakukan investigasi untuk mengetahui sumber penyebabnya.

Sebagai tindak lanjut, tim Dinas Kesehatan bersama unsur terkait mendatangi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cikujang 1 untuk melakukan investigasi. Pemeriksaan di SPPG tersebut berlangsung hingga sekitar pukul 15.30 WIB.

Baca Juga: 5.460 Rumah Terdampak Bencana Diverifikasi BNPB, Pemkab Sukabumi Siapkan 3 Lokasi Relokasi

"Pihak kecamatan mendampingi tim Dinas Kesehatan ke SPPG Cikujang 1 untuk investigasi," jelas Ridwan.

Ridwan mengatakan, hingga saat ini sebagian siswa dan guru yang masih mengalami keluhan memilih menjalani pengobatan jalan di rumah masing-masing.

Sementara satu guru yang sebelumnya menjalani perawatan dilaporkan sudah dapat kembali menjalankan aktivitas mengajar.

"Untuk penyebabnya masih dalam investigasi lebih lanjut dari tim Dinas Kesehatan," tegasnya.

Ridwan menambahkan, situasi di lingkungan SMKN 1 Gunungguruh saat ini dalam kondisi aman dan terkendali.

Baca Juga: Kota Sukabumi Runner-up Program Integrasi Promosi Wisata SWJ Award Agustus 2026

Dalam penanganan kejadian tersebut, sejumlah unsur terlibat, di antaranya pihak kecamatan, Polsek Gunungguruh, Koramil, Dinas Kesehatan, Puskesmas Cibolang dan Puskesmas Gunungguruh.

Namun, Ridwan menyebut pihak sekolah sebelumnya tidak melaporkan kejadian tersebut kepada sejumlah pihak terkait dan hanya menyampaikan informasi kepada SPPG Cikujang 1.

Hingga saat ini, pemerintah kecamatan bersama Dinas Kesehatan masih menunggu hasil investigasi guna memastikan penyebab munculnya gejala kesehatan yang dialami 151 orang yang terdiri dari siswa dan guru tersebut.

Redaksi sukabumiupdate.com membuka ruang hak jawab bagi pihak sekolah, termasuk SPPG Cikujang 1 untuk mengonfirmasi terkait kejadian tersebut, termasuk memastikan penyebab munculnya keluhan kesehatan yang dialami para siswa dan guru.

 

Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT