SUKABUMIUPDATE.com - Sebanyak 41 warga mengalami gejala mual, muntah, demam, dan diare setelah menghadiri acara syukuran pernikahan di Kampung Panyindangan, RT 15/04, Desa Kadununggal, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (10/10/2026).
Seluruh warga yang terdampak telah dinyatakan pulih dan diperbolehkan pulang pada Senin (12/10/2026). Meski demikian, penyebab munculnya gejala tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Camat Kalapanunggal, R. Ade Akhsan Bratadiredja, mengatakan laporan mengenai warga yang mengalami keluhan kesehatan tersebut pertama kali diterima pada Sabtu (10/10/2026). Laporan itu disampaikan oleh kader Posyandu Desa Kadununggal setelah mengetahui sejumlah warga mengalami gejala serupa usai menghadiri acara syukuran pernikahan.
"Laporan awal diterima kader Posyandu kepada bidan desa dan kepala desa. Setelah itu, bidan desa menghubungi petugas surveilans untuk menindaklanjuti laporan tersebut," kata Ade kepada sukabumiupdate.com, Selasa (13/10/2026).
Baca Juga: Pakaian Tersingkap Kancing Celana Terbuka, Mayat Perempuan di Ciemas Sukabumi Dibawa ke Jakarta
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan mengambil sampel makanan. Warga yang mengalami gejala juga diarahkan untuk mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Kalapanunggal.
Ade mengatakan, Kepala Puskesmas Kalapanunggal kemudian melaporkan kejadian tersebut kepadanya pada Sabtu sekitar pukul 18.45 WIB. Ia meminta agar warga segera mendapatkan penanganan medis, termasuk dirujuk ke rumah sakit apabila membutuhkan perawatan lebih intensif.
Koordinasi juga dilakukan dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) serta pihak RSUD Sekarwangi untuk mengantisipasi kebutuhan rujukan pasien.
15 Warga Sempat Dirawat di Puskesmas
Pemantauan terhadap warga yang terdampak berlanjut pada Minggu, 11 Oktober 2026 Camat bersama unsur Forkopimcam dan Kepala UPTD Puskesmas Kalapanunggal memantau perkembangan kondisi pasien di ruang Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) Puskesmas Kalapanunggal.
Baca Juga: Korban Laka Laut Pantai Cibuaya Sukabumi: Muhamad Zubair, Yatim Tulang Punggung Keluarga
Berdasarkan laporan penanganan hingga Minggu pukul 17.00 WIB, dari total 41 warga yang mengalami gejala, sebanyak 25 orang telah diperbolehkan pulang. Sementara itu, satu orang dirujuk ke RSUD Sekarwangi dan 15 orang lainnya masih menjalani perawatan di Puskesmas Kalapanunggal.
Berdasarkan kelompok usia, warga yang terdampak terdiri atas dua anak berusia 0–5 tahun, 10 orang berusia 6–17 tahun, 26 orang berusia 18–60 tahun, dan tiga orang berusia di atas 60 tahun.
Penanganan kejadian ini melibatkan tenaga kesehatan Puskesmas Kalapanunggal, tim surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, pemerintah Desa Kadununggal, unsur TNI-Polri, Satpol PP Kecamatan Kalapanunggal, serta kader Posyandu setempat.
Penyebab Masih Menunggu Hasil Laboratorium
Ade menyebutkan, berdasarkan perkembangan terakhir pada Senin, 12 Oktober 2026, seluruh warga yang terdampak telah dinyatakan pulih dan diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing.
Meski demikian, pemantauan terhadap kondisi warga masih dilakukan oleh tenaga medis untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya keluhan lanjutan.
Baca Juga: Kaos dan Celana Hitam, Hoodie Abu-abu Tulisan Warna Merah: Mayat Perempuan di Ciemas Sukabumi
Sementara itu, penyebab kejadian yang diduga berkaitan dengan makanan dari syukuran pernikahan tersebut belum dapat dipastikan. Pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).
"Dugaan penyebabnya masih menunggu hasil uji laboratorium di Labkesda. Sementara itu, seluruh pasien sudah dinyatakan sembuh dan pulang ke rumah masing-masing," demikian keterangan dalam laporan penanganan yang disampaikan Camat Kalapanunggal.
Hingga berita ini ditayangkan, hasil pemeriksaan laboratorium tersebut masih menjadi salah satu hal yang dinantikan untuk mengetahui penyebab kejadian yang berdampak terhadap puluhan warga di Desa Kadununggal itu.
Editor : Ikbal Juliansyah