SUKABUMIUPDATE.com - Penemuan mayat perempuan tanpa identitas dalam kondisi membusuk mengejutkan warga Kampung Margaluyu 2, RT 07/RW 05, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Selasa (13/10/2026) pagi.
Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) awal, polisi mengindikasikan adanya dugaan luka akibat hantaman benda tumpul pada tubuh korban.
Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Dudi Suharyana, membenarkan jajarannya menerima laporan pertama dari warga sekira pukul 08.00 WIB. Tim Satreskrim bersama Polsek Ciemas langsung diterjunkan untuk mengamankan lokasi dan memasang garis polisi.
“Benar, pada Selasa, 13 Oktober 2026 sekira jam 08.00 WIB, kami menerima informasi penemuan mayat di Kampung Margaluyu 2, Desa Girimukti, Ciemas. Jenazah pertama kali ditemukan oleh warga yang hendak pergi ke kebun,” kata Dudi kepada sukabumiupdate.com, Rabu (14/10/2026).
Baca Juga: Cemas Lahan Garapan Terdampak, Petani Usulkan Lokasi Alternatif Yonif TP 345 Sukabumi
Dudi membeberkan, saat ditemukan posisi jenazah berada di dalam area kebun yang cukup rimbun. Kondisi pakaian bagian atas korban dalam keadaan terbuka, sementara bagian bawah masih mengenakan celana.
Di sekitar TKP, petugas turut menyita sejumlah barang bukti dan petunjuk pendukung, termasuk sepasang sandal yang diduga kuat berhubungan dengan keberadaan korban sebelum tewas. Temuan tersebut kini masih dalam pendalaman penyidik.
“Dari olah TKP sementara, kami mengindikasikan, mengindikasikan bahwa terdapat beberapa luka diduga akibat dari benda tumpul,” ujar Dudi.
Meski demikian, Dudi mengungkapkan bahwa pihaknya belum dapat memastikan penyebab kematian korban. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan medis secara menyeluruh. Hal itu diperlukan untuk mengetahui apakah luka tersebut berkaitan dengan tindak kekerasan atau terdapat penyebab lain yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
"Jenazah masih di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, untuk menjalani pemeriksaan luar dan autopsi sesuai kebutuhan penyelidikan dan penyidikan," tambahnya.
Polisi Dalami Kemungkinan Hewan Liar
Selain mendalami dugaan tindak pidana kekerasan, penyidik Satreskrim Polres Sukabumi juga mencermati kondisi geografis lokasi kejadian yang jauh dari permukiman warga.
Kondisi medan perkebunan yang terisolasi tersebut membuka kemungkinan adanya aktivitas hewan liar. Pihaknya kini tengah memastikan apakah kondisi pembusukan serta pergeseran posisi jenazah dipengaruhi oleh jangkauan satwa liar di sekitar TKP.
“TKP merupakan area kebun yang memang jauh dari lingkungan masyarakat sehingga memungkinkan adanya hewan-hewan liar. Namun terkait dengan hal tersebut, tim kami masih mendalami di lapangan untuk memastikan apakah memang TKP, di sekitaran TKP dan terhadap jenazah tersebut ada indikasi hewan liar yang merubah posisi jenazah atau tidaknya,” tandasnya.
Editor : Denis Febrian