Sukabumi Update

IRT Ditemukan Tewas di Ciemas Sukabumi, Anak Korban Ungkap Chat dan Sebut Teman Pria

Anak korban, Rizki Permana (17), menceritakan ibunya meninggalkan rumah Jumat (9/10/2026) sekitar pukul 06.30 WIB. (Sumber: sukabumiupdate)

SUKABUMIUPDATE.com - Rini Ali Soraya (35), Ibu Rumah Tangga (IRT) warga Pasirtengah RT 06/RW 08, Desa Pasirpanjang, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi ditemukan tak bernyawa di kebun jati Girimukti Ciemas, pada Selasa 13 Oktober 2026. Kematian Rini mengarah pada dugaan pembunuhan, selain ada temuan luka akibat benda tumpul motor matic milik korban juga masih belum ditemukan.

Kepergian Rini menyisakan duka mendalam sekaligus teka-teki bagi pihak keluarga. Anak pertama korban, Rizki Permana (17), menceritakan bahwa ibunya terakhir kali terlihat meninggalkan rumah pada Jumat 9 Oktober 2026, sekitar pukul 06.30 WIB pagi. 

Saat itu, Rini pergi menggunakan sepeda motor Honda Beat warna hitam-merah berpamitan untuk menjemput menjemput dan penumpang (ngojek). Ini adalah aktivitas Rini selain menjadi ibu rumah tangga, menjadi ojek untuk warga di kampung dan desanya.

Rizki yang baru dua minggu kembali ke rumah usai bekerja di Solo, Jawa Tenga menegaskan bahwa mamanya melayani jasa ojek jarak dekat, dan biasanya pelanggannya perempuan.

Baca Juga: Kemarau Bikin Kunjungan Geyser Cipanas di Sukabumi Turun? Semburan Air Justru Makin Bagus

"Pas mamah berangkat, saya tidur di kursi ruang tengah. Mamah hanya memberi tahu dari luar rumah kalau mau pergi ngojek ngejemput ke Kampung Cikokosan dan tidak memberi tahu mau ngojek siapa, Cisokan itu masih satu desa jaraknya 4 kilometer,” ucap Rizki kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (17/10/2026). 

Pertemuan terakhir

Setelah pagi Jumat, Rini tak menghilang tak kunjung kembali ke rumah. Merasa khawatir, Rizki coba menghubungi ibunya melalui pesan singkat WhatsApp pada Minggu malam 11 Oktober 2026 sekitar pukul 20.30 WIB.

​Dalam pesan tersebut, mengaku sedang berada di luar kota dan menyebutkan satu nama rekannya. "Waktu ditanya posisi di mana, dibalas lagi di Depok. Saat ditanya kapan pulang, katanya hari Kamis menunggu uang. Bilang kalau di Depok sedang bersama temannya (laki-laki)," kata Rizki menambahkan.

​Komunikasi terus berlanjut, Senin siang 12 Oktober 2026 Rizki kembali menghubungi nomor ibunya, meminta uang untuk membeli token listrik. Sang ibu menjawab dalam bahasa Sunda  ​"Kulan kasep, sakedapnya kin ku mamah dikirim kango kwh jeng jajan" (Iya ganteng, sebentar ya nanti sama mamah dikirim buat KWH dan jajan).

Baca Juga: Prediksi Skor Persib vs Persik Kediri di Super League, Maung Bandung Menang 2-0 ?

​Namun, setelah pesan singkat tersebut, ponsel korban mendadak tidak aktif saat dihubungi kembali pada pukul 14.00 WIB dan 15.00 WIB. Pihak keluarga terus mencoba menghubungi hingga hari Selasa, tetapi nomor korban sudah tidak dapat dijangkau.

​Rizki juga mengungkapkan satu fakta lain sebelum ibunya menghilang. Pada Kamis malam 8 Oktober 2026 menjelang Jumat dini hari, seorang tamu pria sempat berkunjung ke rumah mereka.

​"Kamis malam sekitar pukul 23.30 WIB ada tamu laki-laki, temannya mamah. Dia pulang Jumat dini hari sekitar pukul 04.00 WIB. Setahu saya orang Sindanghayu - Tegalbuleud, Desa Cibenda, Kecamatan Ciemas," ungkapnya.

Tewas di Kebun Jati

Rizki tak menyangka jika informasi soal penemuan mayat perempuan di Girimukti Ciemas Kabupaten Sukabumi pada Selasa 13 Oktober 2026 adalah ibunya. Informasi tentang ciri-ciri, khususnya pakaian dan sandal membantu mengungkap identitas mayat yang selama beberapa hari pasca penemuan berstatus Mrs X.

Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Persib vs Persik di Super League, Uilliam Barros Jadi Ujung Tombak?

Saat ini keluarga dan kerabat serta tetangga di kampung Pasirtengah tengah berkumpul menanti kedatangan jenazah korban. Berdasarkan informasi dari pihak desa, jenazah korban rencananya akan diberangkatkan pada Minggu (18/10/2026) dari RS Polri Kramat Jati, Jakarta.

Luka Benda Tumpul

Saat ditemukan, tubuh Rini tergeletak di kebun jati dalam posisi telentang. Pakaian atasnya tersingkap, sementara kancing celananya juga terbuka. 

Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Dudi Suharyana menjelaskan dari hasil olah TKP awal, jenazah berjenis kelamin perempuan tersebut ditemukan dalam kondisi pakaian bagian atas terbuka (kaos hitam), sementara bagian bawah mengenakan celana celana jeans warna biru tua. 

Penyidik Lanjut Dudi, juga menemukan sejumlah petunjuk di sekitar lokasi, termasuk sandal yang diduga berkaitan dengan keberadaan korban. Selain sandal, juga ditemukan hoodie yang menjadi bahan pendalaman penyidik.

Baca Juga: Hampir Setahun Hilang dari Publik, Aron Ashab Mengaku Disekap dan Jadi Korban Penyiksaan

Pemeriksaan luar terlihat ada luka di tubuh korban. “Kami mengindikasikan, beberapa luka diduga akibat dari benda tumpul,” ujar Dudi kepada sukabumiupdate, Rabu 14 Oktober 2026.

Dudi menegaskan penyidik belum dapat memastikan penyebab kematian. Masih menunggu hasil pemeriksaan medis secara menyeluruh, diperlukan untuk mengetahui apakah luka tersebut berkaitan dengan tindak kekerasan atau penyebab lain yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

 "Jenazah masih di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, untuk menjalani otopsi sesuai kebutuhan penyelidikan dan penyidikan," tambahnya.

​

 

Editor : Fitriansyah

Tags :
BERITA TERKAIT