SUKABUMIUPDATE.com – Untuk kesekian kali di tahun 2026, warga Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi menangkap ular piton atau sanca di sekitar pemukiman. Jumat dini hari (23/10/2026), warga Perumahan Tamansari Blok D, Desa/Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, dibuat kaget saat menemukan ular sepanjang kurang lebih 3 meter bersembunyi di bawah mobil yang terparkir.
Keberadaan ular berukuran cukup besar tersebut pertama kali diketahui oleh warga yang sedang melaksanakan ronda malam sekitar pukul 00.52 WIB. Khawatir membahayakan keselamatan warga sekitar, temuan itu pun segera dilaporkan ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi melalui pos Pemadam Cermat wilayah Palabuhanratu.
Kepala Bidang Pemadaman DPKP Kabupaten Sukabumi, Erwin Adam Ridwan, membenarkan adanya laporan evakuasi ular di pemukiman warga tersebut. Petugas yang menerima laporan bergerak cepat menuju lokasi.
Baca Juga: Musda XI Golkar Kabupaten Sukabumi: Hanya Asep Japar yang Ambil Formulir Pemilihan Ketua
"Laporan kami terima pukul 00.52 WIB. Tim dari Damkar Cermat Palabuhanratu langsung meluncur dan tiba di lokasi pukul 01.01 WIB," ujar Erwin kepada sukabumiupdate.com.
Proses evakuasi berlangsung singkat namun tetap membutuhkan ketelitian. Hanya dalam waktu sekitar 4 menit, petugas berhasil mengamankan ular tersebut tanpa kendala berarti. Penanganan dinyatakan selesai tepat pada pukul 01.05 WIB.
"Posisi ular saat ditemukan berada di bagian belakang bawah mobil milik salah satu warga. Berkat kesigapan petugas dan kerja sama warga yang langsung melapor, ular sepanjang 3 meter tersebut berhasil kita evakuasi dengan aman," jelas Erwin.
Letak Perumahan Tamansari yang sangat dekat dengan Gunung Jayanti membuat pemukiman ini rawan kedatangan hewan liar. Usai dievakuasi dari pemukiman, kata Erwin, ular tersebut kini telah dikembalikan ke alam bebas agar tidak lagi meresahkan warga.
Erwin juga mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim dekat dengan area perbukitan atau hutan, untuk selalu waspada dan segera menghubungi pihak pemadam kebakaran jika menemukan potensi bahaya serupa.
"Untuk posisi ular saat ini sudah kita lepas liarkan kembali ke habitat aslinya yang jauh dari pemukiman, yakni di kawasan Hutan Cisarakan, Palabuhanratu," pungkas Erwin.
Editor : Fitriansyah