SUKABUMIUPDATE.com – Identitas pria yang tertemper Kereta Api (KA) Pangrango di lintas Parungkuda-Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (24/10/2026) pagi, akhirnya diketahui. Korban diketahui bernama Solehudin (38), warga Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi.
Humas RSUD Sekarwangi, Irman Firmansyah Saputra, mengatakan Solehudin mengalami sejumlah luka akibat insiden tersebut. Saat ini, korban masih menjalani penanganan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sekarwangi.
“Pasien atas nama Solehudin, usia 38 tahun, mengalami luka sobek di bagian belakang kepala, lebam pada dada, serta luka lecet di kedua kaki,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua RT setempat, Amat, mengaku mendapat informasi dari warga sekitar pukul 06.00 WIB mengenai seorang pria yang tertemper kereta api di sekitar jembatan.
“Saya dapat informasi dari warga sekitar pukul 06.00 WIB, katanya ada orang tertemper kereta dekat jembatan,” ujar Amat.
Setelah menerima informasi tersebut, Amat kemudian mendatangi lokasi. Ia melihat korban mengalami luka di bagian belakang kepala. Namun, saat itu dirinya belum mengetahui identitas korban.
Amat juga mengaku mendengar informasi bahwa korban diduga sedang berolahraga sambil menggunakan headset. Namun, informasi tersebut hingga kini belum dapat dipastikan.
Sementara itu, Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, sebelumnya menyampaikan bahwa KA Pangrango relasi Sukabumi-Bogor dilaporkan tertemper orang di Km 33+400/500, antara Stasiun Parungkuda dan Stasiun Cicurug, sekitar pukul 05.55 WIB.
Menurut Franoto, setelah menerima laporan tersebut, petugas langsung berkoordinasi dengan unit terkait dan mendatangi lokasi untuk menjalankan prosedur keselamatan.
“Berdasarkan laporan awal, kondisi lokomotif dan rangkaian KA Pangrango dinyatakan aman untuk melanjutkan perjalanan. Sementara itu, informasi mengenai identitas dan kondisi korban masih dalam proses pendataan serta koordinasi dengan pihak terkait,” kata Franoto.
KAI juga mengimbau masyarakat agar tidak memasuki area jalur kereta api demi menjaga keselamatan.
“Kami mengingatkan masyarakat agar selalu menjaga keselamatan dengan tidak memasuki ruang manfaat jalur kereta api. Keselamatan perjalanan KA dan masyarakat merupakan prioritas utama KAI,” tutup Franoto.
Editor : Asep Awaludin