Sukabumi Update

Kronologi Tantangan Tester Ilmu Batin Berujung Perkelahian di Sukabumi

Pimpinan Padepokan Al Baathin Al Waliyy Indonesia Cabang Sukabumi, Tabib Jalil. | Foto: SU/Ragil Gilang

SUKABUMIUPDATE.com - Pimpinan Padepokan Al Baathin Al Waliyy Indonesia Cabang Sukabumi, Tabib Jalil, menjelaskan soal video dugaan perkelahian yang melibatkan padepokannya di Kampung Ciheas RT 10/03 Desa/Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi. Rekeman itu viral dan mengundang perhatian warganet, terutama di Pajampangan.

Jalil mengatakan Padepokan Al Baathin Al Waliyy Indonesia sendiri adalah pusat ilmu laduni bela diri dan pengobatan karomah Sunan Kalijaga. Ia membuka kronologi dugaan perkelahian yang terjadi pada 21 Oktober 2026. Menurutnya, masalah ini dipicu aktivitas di media sosial, di mana pria berinisial I menyatakan tantangan terbuka untuk menjadi penguji ilmu batin.

​"Beliau menantang ingin menjadi tester di akun Facebook-nya, namun kami tidak meresponnya dan tidak menanggapi. Tetapi ada salah seorang netizen yang berkomentar kalau mau jadi tester mah harus begini-begini, ada juga yang komentar, 'Ya datang aja ke padepokan'," kata Jalil saat dikonfirmasi oleh sukabumiupdate.com pada Minggu (25/10/2026).

Jalil menegaskan padepokannya merupakan perguruan resmi yang memiliki legalitas hukum yang jelas, landasan hukum secara riil, dan kode etik sebagaimana perguruan bela diri pada umumnya. ​Ia juga membantah pihaknya pernah mengundang yang bersangkutan secara khusus. Menurutnya, kedatangan I murni atas inisiatif sendiri yang terus-menerus berkeinginan menjadi tester melalui media sosial, bukan untuk tujuan klarifikasi maupun diskusi.

​"Jadi kedatangan dia berarti sudah siap segalanya untuk diuji atau menguji. Kami pun tidak tahu apakah dia ustaz atau kiai, hanya tahu sebatas di medsos," ujarnya.

Baca Juga: Gara-gara Diskusi Ilmu Batin, Perkelahian di Padepokan Ciracap Sukabumi Viral

​Menanggapi adanya proses hukum atau pelaporan akibat insiden ini, padepokan menyatakan sikap tegas. Jalil menyampaikan pihaknya akan mengambil langkah hukum tandingan demi melindungi nama baik perguruan. ​"Kaitan ada pelaporan, tentunya kami juga akan balik melaporkan demi menjaga marwah perguruan," lanjut dia.

Diketahui, I dan rekannya mendatangi Padepokan Al Baathin Al Waliyy Indonesia Cabang Sukabumi pada 21 Oktober 2026. Kedatangan mereka awalnya disambut hangat. Namun, situasi memanas ketika maksud kedatangan terungkap, yakni diduga untuk berdiskusi sekaligus pembuktian ilmu batin. Obrolan yang semula cair selanjutnya berubah menjadi adu mulut.

Dalam video terlihat, tuan rumah tiba-tiba berdiri dan melayangkan tangannya ke wajah tamu yang saat itu masih duduk. Tidak terima, sang tamu langsung bangkit sambil melontarkan protes. Ketegangan memuncak ketika salah satu orang yang diduga murid padepokan, ikut melayangkan pukulan terhadap tamu, hingga perkelahian tidak terhindarkan.

Editor : Oksa Bachtiar Camsyah

Tags :
BERITA TERKAIT