SUKABUMIUPDATE.com - Driver ojek online (ojol) Maxim bernama Zhaldi diduga menjadi korban penembakan di Jalan Stasiun Timur, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Ia ditemukan tergeletak penuh darah dengan luka pada belakang kepala hingga leher.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Minggu (25/10/2026) dini hari sekira pukul 00.57 WIB. Saat itu, Zhaldi sedang menunggu pesanan penumpang di sekitar simpang tiga dekat Toko Tiga Roda, kawasan bawah Dago, yang mengarah ke Stasiun Sukabumi.
Ketua komunitas mitra Maxim Sukabumi Hata Fahrizal (37 tahun) mengatakan kejadian bermula ketika Zhaldi bersama temannya sesama pengemudi ojol, Ilham, menunggu pesanan di lokasi tersebut. Namun, Ilham lebih dulu mendapatkan pesanan untuk mengantarkan penumpang, sedangkan Zhaldi masih menunggu orderan.
"Berhubung Ilham duluan dapat orderan, jadi berangkat mengantar penumpang. Korban masih menunggu orderan di lokasi," ujar Hata kepada sukabumiupdate.com.
Baca Juga: Kronologi Tantangan Tester Ilmu Batin Berujung Perkelahian di Sukabumi
Saat kembali ke lokasi, Ilham mendapati Zhaldi sudah tergeletak dalam kondisi berlumuran darah. Seorang petugas kebersihan yang berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) kemudian berteriak meminta pertolongan dan memanggil Ilham.
"Ilham berangkat mengantar penumpang, pas pulang lagi ke TKP ternyata korban sudah terkapar berlumuran darah di belakang kepala, pas leher belakang," kata Hata.
Saat ditanya mengenai dugaan penggunaan senjata api, Hata mengatakan informasi yang diterimanya menyebut korban diduga mengalami luka akibat penembakan. Meski demikian, dugaan tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada pihak kepolisian.
"Iya, informasinya senjata api. Jadi sekarang pasien baru mau ditindak, operasi di RS Bunut (RSUD R Syamsudin SH)," ungkapnya.
Hingga berita ini ditayangkan, sukabumiupdate.com belum mendapatkan keterangan resmi terkait kronologi pasti kejadian dari pihak kepolisian.
Editor : Oksa Bachtiar Camsyah