SUKABUMIUPDATE.com - Tanah amblas terjadi di sebuah rumah milik Awan Hermawan di Kampung Pasirdoton RT 01/RW 01, Desa Pasirdoton, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Kamis (29/10/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.
Akibat kejadian tersebut, bagian kamar mandi mengalami kerusakan, sementara tembok dapur dilaporkan retak dan sebagian atap rumah perlu diganti.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, kejadian tersebut dipicu cuaca ekstrem. Satu keluarga yang terdiri atas empat jiwa tercatat terdampak akibat kerusakan rumah tersebut.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cidahu, Dede Agung, mengatakan pemilik rumah telah diimbau mengurangi aktivitas di area yang terdampak serta meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan turun dan pada malam hari.
"Untuk sekarang, kegiatan lalu lalang di kamar yang terdampak lebih dikurangi dan pemilik rumah lebih meningkatkan kewaspadaannya, terutama pada saat hujan dan malam hari," kata Dede, kepada Sukabumiupdate.com.
Baca Juga: Hak Ekonomi Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta Jamin Kebebasan Pers
Selain kerusakan pada kamar mandi, tembok bagian dapur juga mengalami retak. Sebagian atap rumah pun perlu diganti untuk mendukung perbaikan bangunan.
Kondisi Rumah Masih Dipantau
Dede mengatakan, kondisi tanah di sekitar rumah masih dalam pemantauan. Hingga Kamis siang, pihaknya belum dapat memastikan apakah terdapat potensi tanah amblas susulan atau kerusakan yang lebih luas.
"Untuk itu belum ada, masih dalam pemantauan," ujarnya.
Meski belum ditemukan indikasi kerusakan tambahan, langkah antisipasi tetap diperlukan dengan mempertimbangkan usia bangunan. Menurut Dede, kemungkinan penghuni mengungsi juga perlu dipertimbangkan sesuai perkembangan kondisi rumah.
Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK), penghuni rumah ikut menggunakan fasilitas milik tetangga.
Baca Juga: Hasil Sementara Pemilu Israel: Netanyahu Raih 53 Kursi, Eisenkot 48 Kursi, Partai Arab 19 Kursi
"Untuk antisipasi pastinya ada, karena faktor umur rumah. Untuk kemungkinan mengungsi ada, pun untuk kegiatan MCK itu ikut ke tetangga," jelasnya.
Dede menambahkan, berdasarkan pemantauan sementara, belum ditemukan bangunan lain di sekitar lokasi yang berpotensi terdampak.
Untuk mendukung perbaikan rumah, kebutuhan mendesak yang tercatat dalam laporan BPBD Kabupaten Sukabumi meliputi material bangunan dan material atap.
Dede menjelaskan, kebutuhan tersebut berkaitan dengan kerusakan pada dinding rumah dan sebagian atap yang harus diganti.
"Kerusakan terdapat pada bagian tembok dinding rumah, Kang, dan ada sebagian atap yang harus diganti," katanya.
Baca Juga: Kisruh Pengelolaan Parkir Pasar Palabuhanratu, Pemkab Sukabumi Ambil Alih Sementara
Sebelumnya, P2BK Cidahu bersama perangkat desa, Tagana, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, relawan gabungan, dan warga telah berkoordinasi serta melakukan asesmen ke lokasi kejadian.
Editor : Ikbal Juliansyah