Sukabumi Update

Diserbu Lalat Bertahun-tahun, Warga Citamiang Purabaya Sukabumi Keluhkan Peternakan Ayam

Ilustrasi lalat. | Foto: Freepik

SUKABUMIUPDATE.com – Keberadaan sejumlah peternakan ayam di Desa Citamiang, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, menuai keluhan dari warga setempat. Masyarakat mengaku telah bertahun-tahun terpaksa hidup berdampingan dengan serbuan wabah lalat yang diduga kuat bersumber dari aktivitas kandang unggas di sekitar permukiman.

Keluhan tersebut dirasakan oleh warga di Kampung Padaringan dan Kampung Cigawar, Desa Citamiang. Mereka mengaku aktivitas sehari-hari di dalam maupun luar rumah sangat terganggu akibat munculnya ribuan lalat.

Tokoh pemuda Desa Citamiang, Asep Jena, angkat bicara mengenai persoalan yang dinilainya telah berlarut-larut tanpa penanganan konkret dari pengelola peternakan ayam tersebut.

"Kami bukan menolak investasi ataupun keberadaan usaha peternakan. Namun, jangan sampai keuntungan usaha hanya dinikmati oleh segelintir pihak, sementara masyarakat sekitar harus menanggung dampak lingkungan selama bertahun-tahun,” tegas Asep Jena kepada sukabumiupdate.com, Kamis (29/10/2026).

Baca Juga: Peternakan Ayam di Nagrak Sukabumi Ditutup Sementara Buntut Keluhan Bau dan Lalat

Asep menegaskan, masyarakat memiliki hak konstitusional untuk mendapatkan lingkungan hidup yang bersih, sehat, dan nyaman. Menurutnya, operasional peternakan skala industri maupun kemitraan semestinya tidak mengabaikan kenyamanan warga setempat.

Ia juga menyoroti minimnya kepedulian dan kontribusi sosial berupa Corporate Social Responsibility atau CSR dari pihak pengelola usaha peternakan terhadap masyarakat terdampak.

​“Kalau usaha peternakan sudah berjalan bertahun-tahun, tentu masyarakat berharap ada kontribusi nyata. Misalnya membantu perbaikan jalan lingkungan, fasilitas umum, kebersihan, maupun pemberdayaan masyarakat. Jangan sampai masyarakat hanya menerima dampaknya, tetapi tidak merasakan manfaatnya,” ungkapnya.

Desak Audit Limbah dan Mediasi Terbuka

Lebih jauh, Asep menekankan bahwa tuntutan warga bukan sekadar kompensasi materiil, melainkan menyangkut kualitas kesehatan masyarakat dan masa depan lingkungan desa. Paparan wabah lalat yang berkepanjangan berpotensi menurunkan kesehatan warga hingga merosotnya nilai properti di kawasan tersebut.

Baca Juga: Air PDAM Kota Sukabumi Dikeluhkan Warga: Mati Berjam-jam dan Berwarna Hitam

Atas kondisi ini, warga mendesak Pemerintah Desa Citamiang, Pemerintah Kecamatan Purabaya, serta dinas terkait di Kabupaten Sukabumi untuk segera melakukan peninjauan dan evaluasi lapangan.

Langkah konkret yang diharapkan mencakup audit sistem pengelolaan limbah peternakan, penerapan metode penanggulangan lalat yang efektif, hingga mediasi terbuka antara pengelola usaha dengan warga.

“Kami ingin ada solusi, bukan konflik. Jangan sampai masyarakat diadu domba. Silakan berusaha dan mencari keuntungan, tetapi jangan mengorbankan kenyamanan dan kesehatan warga. Kami hanya ingin Desa Citamiang menjadi tempat tinggal yang sehat dan layak bagi generasi mendatang,” pungkas Asep.

Hingga berita ini ditayangkan, redaksi sukabumiupdate.com masih berupaya mengonfirmasi kepada pihak Pemerintah Desa Citamiang, Pemerintah Kecamatan Purabaya, serta pengelola peternakan ayam terkait keluhan warga tersebut.

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT