SUKABUMIUPDATE.com - Angka putus sekolah, kemiskinan, pengangguran dan stunting menjadi pekerjaan rumah bersama seluruh pemerintah daerah di Jawa Barat. Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki menegaskan masalah ini harus ditangani bersama, salah satunya dengan percepatan penerapan aplikasi sada Jabar/
Bersama perangkat daerah dan sekda, Ayep Zaki memimpin langsung sosialisasi Aplikasi Sistem Akselerasi Data dan Aksi Jawa Barat (Sada Jabar), yang menghadirkan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, sebagai narasumber, secara hybrid 2 November 2026 di balai kota
Herman menjelaskan bahwa Aplikasi Sada Jabar merupakan aplikasi yang memuat data rinci dengan pendekatan By Name By Address. Ia mencontohkan bahwa Aplikasi Sada Jabar bisa digunakan dalam penanganan anak tidak sekolah, karena selain memiliki data rinci, Sada Jabar yang telah terintegrasi dengan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), dapat memberikan rekomendasi pendidikan yang sesuai dengan kondisi anak, termasuk pilihan pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C serta lokasi satuan pendidikan terdekat.
Sedangkan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, pada kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas inisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini, dan ia pun menargetkan Sada Jabar dapat segera diterapkan di Kota Sukabumi. Sebagai instrumen untuk memperkuat koordinasi dan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan masyarakat.
Baca Juga: Bukan Sekadar Wisata Alam, Gunung Gombong Sukabumi Punya Cerita Religi yang Menarik
"Saya mohon arahan agar program SADA Jabar yang digagas Pak Sekda Provinsi Jawa Barat ini dapat diimplementasikan di Kota Sukabumi. Saya akan melaksanakannya secara serius, sehingga berbagai program pembangunan dapat berjalan lebih terarah dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," ungkapnya dilansir dari portal KDP Kota Sukabumi.
Wali Kota menegaskan bahwa tujuan utama pemerintah adalah melaksanakan pembangunan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat, melakukan pemberdayaan agar masyarakat semakin mandiri, serta menghadirkan pelayanan publik yang memberikan keadilan bagi seluruh masyarakat.
Selain masalah pendidikan, pemanfaatan data juga diarahkan untuk menangani berbagai persoalan kesehatan, seperti ibu hamil yang mengalami kekurangan gizi, anak dengan masalah gizi, serta kasus tuberkulosis (TBC). Begitu pula persoalan pengangguran dan kemiskinan yang dapat dipetakan berdasarkan nama dan alamat sehingga intervensi pemerintah lebih tepat sasaran.
Data yang telah teridentifikasi selanjutnya menjadi dasar koordinasi antarperangkat daerah untuk menentukan langkah penanganan. Dengan demikian, pemerintah dapat mengetahui kebutuhan masyarakat secara lebih spesifik sekaligus menyiapkan dukungan program dan pembiayaan sesuai kewenangan masing-masing.
Baca Juga: Prediksi Line Up dan Skor Persib vs Melbourne Victory, Igor Tolic Siapkan Skuad Terbaik
Dalam aspek pengendalian inflasi, pemerintah daerah juga didorong untuk mempertahankan stabilitas harga melalui pelaksanaan pasar murah secara berkala. Salah satu rencana yang dibahas untuk 2027 adalah pelaksanaan pasar murah sebanyak enam kali di setiap kelurahan, dengan jangkauan sekitar 200 titik pasar murah.
Pemprov Jabar mendorong Pemerintah Kota Sukabumi untuk menyiapkan dashboard pemantauan progres sebagai instrumen pengendalian dan evaluasi pelaksanaan program. Melalui dashboard tersebut, perkembangan penanganan setiap persoalan dapat dipantau sehingga tindak lanjutnya lebih terukur dan berkelanjutan.
Sebagai langkah konkret, camat dan lurah nantinya akan diberikan akses akun beserta kata sandi untuk menggunakan sistem SADA Jabar. Dengan demikian, perangkat kewilayahan dapat langsung mengidentifikasi berbagai persoalan di wilayah masing-masing, melakukan koordinasi dengan perangkat daerah terkait, serta mempercepat pelaksanaan intervensi di lapangan.
Melalui implementasi SADA Jabar, Pemerintah Kota Sukabumi diharapkan dapat memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis data, meningkatkan efektivitas koordinasi antarperangkat daerah, serta mempercepat penanganan berbagai persoalan masyarakat.
Baca Juga: Dapat Jahitan di Kepala, Pria yang Lompat di Pasar Pelita Sukabumi Diduga ODGJ
Dengan dukungan kepemimpinan yang kuat, tata kelola yang baik, serta kolaborasi seluruh jajaran pemerintahan, Kota Sukabumi diharapkan mampu mengakselerasi pembangunan secara lebih efektif dan efisien demi mewujudkan masyarakat yang sejahtera, mandiri, dan mendapatkan pelayanan publik yang berkeadilan.
Gerak Diskominfo
Kepala Bidang Statistik, Persandian dan Keamanan Informasi (Stadiksi) Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Sukabumi, Fery Munggaran, menegaskan Aplikasi Sada Jabar diprioritaskan untuk menangani masalah pendidikan, kemiskinan, stunting dan pengangguran.
“Mulai pengaktifan akun dari mulai akun wali kota hingga ke tingkat kelurahan,” jelasnya.
Ia menargetkan pekan ini untuk mengaktifkan seluruh akun Sada Jabar dari mulai tingkat wali kota hingga kelurahan. Pasca pengaktifan akun, langkah selanjutnya adalah mengadakan bimbingan teknis mengenai penggunaan Aplikasi Sada Jabar.
Editor : Fitriansyah