Sukabumi Update

Saluran Irigasi Tertimbun Longsor di Tugubandung, Ini Langkah Dinas PU Sukabumi

UPTD PU Wilayah III Cicurug dan Mitra Cai saat meninjau lokasi longsor di Desa Tugubandung, Kabandungan Sukabumi. (Sumber Foto: Dok. UPTD PU Cicurug)

SUKABUMIUPDATE.com – Bencana tanah longsor yang menerjang Kampung Cicadas, Desa Tugubandung, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, mengakibatkan saluran irigasi Jaya Mekar tertimbun dan terputus. Tak hanya itu, peristiwa ini juga mengancam keselamatan dua unit rumah warga yang dihuni sembilan jiwa.

Hingga Kamis (5/11/2026), penanganan darurat di lokasi kejadian terus dikoordinasikan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pekerjaan Umum (UPTD PU) Wilayah III Cicurug, Asep Saepuloh, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan lengkap mengenai kerusakan tersebut. Selain berkoordinasi dengan BPBD, UPTD PU juga menggandeng Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) atau Mitra Cai untuk mendata dampak langsung longsor terhadap sektor pertanian setempat.

Baca Juga: Dua Rumah Terancam, Dampak Longsor di Kabandungan Sukabumi

Untuk perbaikan permanen saluran irigasi Jaya Mekar, Asep menyebut pihaknya telah mengajukan usulan pembangunan konstruksi kepada Dinas PU melalui Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA). Usulan tersebut diharapkan dapat direalisasikan dalam alokasi anggaran tahun 2027. Sementara itu, untuk penanganan darurat pascabencana di lapangan, usulan kebutuhan logistik telah disampaikan kepada pihak BPBD.

"Sudah diusulkan, kan itu sudah ada laporannya ke BPBD. Jadi, sedang diprogramkan dan diusahakan," kata Asep kepada sukabumiupdate.com, Kamis (5/11/2026).

Asep menjelaskan, peran UPTD PU di lapangan difokuskan pada pemantauan kondisi, melakukan asesmen teknis, serta merancang desain perbaikan infrastruktur.

"Sebetulnya itu sudah jadi kegiatan BPBD dalam penanganan bencana. Di sini mah memantau saja. Kita menerima laporan, kemudian mendesain penanganannya, dan itu sudah diinformasikan ke BPBD," jelasnya.

Baca Juga: Pembangunan Jembatan Kompa Parungkuda Sukabumi Masuki Tahap Pembuatan Dudukan Baja

Selain fokus pada pemulihan irigasi, Asep menyebut tebing longsor yang berada di dekat permukiman menjadi atensi penting. Meskipun saat ini masih menyisakan jarak aman antara titik longsor dan bangunan, penguatan tebing dinilai mendesak agar pergerakan tanah tidak meluas hingga menyeret rumah warga.

"Tinggal bagaimana caranya supaya rumah jangan terbawa longsoran lagi. Memang masih ada jarak sih," katanya.

Peristiwa longsor ini sebelumnya terjadi pada Rabu, 28 Oktober 2026, sekitar pukul 11.00 WIB. Bencana dipicu oleh hujan deras berdurasi lama yang disertai angin kencang dan petir.

Laporan awal BPBD mencatat material longsoran memiliki panjang sekitar 50 meter dengan ketinggian tebing mencapai 20 meter.

Longsoran tersebut memutuskan jaringan irigasi Jaya Mekar dan mengancam dua unit rumah di bawahnya. Untuk penanganan darurat di lokasi, BPBD telah menginventarisasi sejumlah kebutuhan vital, seperti material bronjong, karung tanah, cangkul, serta terpal penutup tebing. (adv)

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT