SUKABUMIUPDATE.com - Bupati Sukabumi Asep Japar optimistis pembangunan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Seksi 3 dapat dikejar agar bisa dibuka secara fungsional pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Meski demikian, masih ada sejumlah bidang tanah yang perlu diselesaikan pembebasannya sebelum jalur tersebut dapat dimanfaatkan.
Hal itu disampaikan Asep usai meninjau langsung pembangunan Tol Bocimi Seksi 3 bersama PT Trans Jabar Tol (TJT) dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sukabumi, Jumat (6/11/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Asep melihat jalur tol yang mengarah hingga batas wilayah Parungkuda sudah terlihat siap. Namun, masih terdapat beberapa titik yang membutuhkan penyelesaian, terutama berkaitan dengan pembebasan lahan.
"Sampai Parungkuda, bahkan saya tadi langsung ke Parungkuda. Sampai batas Parungkuda itu sudah clear. Cuma ada beberapa lokasi saja yang tanahnya masih perlu dimusyawarahkan," kata Asep.
Baca Juga: Harga Tepung Tapioka Meroket, Pedagang Cilok Cireng Cilung dkk Bingung Jualan
Dia mengatakan, persoalan lahan tersebut sudah dikomunikasikan langsung dengan para pemiliknya. Menurut dia, para pemilik tanah pada prinsipnya bersedia menyerahkan lahannya untuk kebutuhan pembangunan jalan tol. Namun, prosesnya tetap harus mengikuti kajian dan ketentuan yang berlaku, termasuk perhitungan harga tanah.
"Pada prinsipnya yang punya tanah siap untuk menyerahkan, hanya ada kajian dan persyaratan yang harus diikuti. Tidak semena-mena langsung silahkan bayar, karena ada perhitungannya," ujarnya.
Asep menyebut, pembahasan mengenai lahan tersebut akan kembali dilakukan. Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap proses musyawarah itu dapat segera menghasilkan kesepakatan sehingga bidang tanah yang masih terkendala bisa digunakan untuk pembangunan.
Dia menyebut sejumlah lokasi yang masih perlu diselesaikan, di antaranya kawasan Kalaparea dan Caringin. Dia juga menyinggung titik di sekitar jalan layang atau flyover Karangtengah yang masih memerlukan pembahasan terkait pembebasan lahan.
Baca Juga: PPPK Paruh Waktu Bakal Naik Status, 1.200 Tenaga Non-ASN di Sukabumi Dapat Angin Segar
"Segera, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa terselesaikan dan bisa dipakai nanti saat Nataru. Tadi saya sudah memanggil beberapa orang yang punya tanah, termasuk soal harga yang nanti hari Senin juga akan dimusyawarahkan," katanya.
Asep sekaligus membantah informasi yang menyebut lahan tersebut akan disewa terlebih dahulu sebelum dilakukan pembayaran. Dia menegaskan, informasi itu muncul akibat kesalahpahaman komunikasi.
"Bukan, bukan. Salah komunikasi itu, tidak ada itu," tegasnya.
Di tengah penyelesaian persoalan lahan, Asep menilai target pembukaan fungsional pada akhir tahun masih memungkinkan untuk dikejar. Hal itu berdasarkan hasil peninjauan langsung terhadap jalur tol yang sudah dibangun.
Baca Juga: Nusa Putra Satukan Peneliti Dunia di Oman, Dorong Inovasi Masa Depan Lewat ICCED
Selain pembangunan fisik, Asep mengatakan pemerintah daerah juga memperhatikan kesiapan akses keluar tol di kawasan Cibolang. Koordinasi telah dilakukan oleh Dinas Perhubungan bersama kepolisian untuk mengantisipasi arus kendaraan saat Nataru.
"Untuk persiapan exit tol, dari Dinas Perhubungan dan kepolisian sudah dimusyawarahkan supaya nanti saat Nataru itu sudah clear. Mudah-mudahan," katanya.
Terkait potensi kerawanan bencana di sepanjang jalur tol, Asep menyebut pemantauan dan penanganannya masih terus berjalan. Dia melihat sejumlah saluran drainase dan bagian konstruksi sudah mulai tampak di lokasi pembangunan.
Editor : Fitriansyah