Sukabumi Update

Ada Emas di Hiroshima 2 Desa Tegalpanjang Sukabumi, Ini Kesaksiannya!

Ilustrasi. 7 Rekomendasi Toko Emas di Sukabumi Terbaik dan Paling Lengkap (Sumber : Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - Kawasan industri dan Kota Hiroshima 2 yang dibangun tentara Dai Nippon pada zaman pendudukan Jepang di Desa Tegalpanjang, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, ternyata menyimpan banyak harta karun. Sejumlah warga Kampung Pojok yang menjadi saksi sejarah dan saat ini masih hidup menuturkan kisahnya kepada sukabumiupdate.com, Senin (23/1).

Nanang (65), menceritakan kisah yang cukup mengejutkan terkait kawasan ini. Menurut Nanang, pada sekitar tahun 1980-an pernah ada 12 orang dari Jakarta mendatangi bekas lokasi militer Jepang, Hisroshima 2, yang kini tinggal puing. Mereka melakukan penggalian di sejumlah lokasi. Ada tiga titik yang digali dengan kedalaman rata-rata empat hingga lima meter, jelas pria yang rumahnya termasuk paling dekat dengan lokasi puing tembok Jepang.

Apa yang ditemukan oleh rombongan dari Jakarta ini cukup mengejutkan. Mereka, kata Nanang, ternyata menemukan banyak emas batangan di salah satu lokasi yang digali. Saya bersama beberapa warga di sini membantu mengangkat peti-peti berisi emas batangan itu, ungkap Nanang.

Bahkan peti untuk menyimpan emas batangan didapat dari seorang warga Kampung Pojok, yaitu Mak Sukarsih (95). Saya juga nggak tahu pasti, peti itu memang disimpan Mak Sukarsih dari dulu, atau dititipkan oleh rombongan tersebut pas nyampe lokasi. Mak Sukarsih itu satu-satunya saksi sejarah kota Hiroshima 2 yang masih hidup di kampung ini, tambah Nanang.

Lebih jauh Nanang bertutur, emas tersebut kemudian disimpan dalam peti berukuran 20X20x20 centimeter yang diambil dari rumah Sukarsih. Nanang dan warga yang membantu pencarian sempat dijanjikan akan diberi bagian dari emas-emas tersebut, namun hingga kini tidak ada kabar berita.

Rombongan itu nggak pernah balik lagi ke sini setelah membawa emas-emas itu. Kami hanya bisa bermimpi. Mereka bohong, pungkas Nanang.

Sukabumiupdate.com juga berkesempatan berbincang santai dengan Sukarsih yang mengaku sempat bekerja pada tentara Jepang di Hiroshima 2. Sukarsih pernah ikut bekerja sebagai penambang pasir di Sungai Cikupa dekat lokasi, untuk kebutuhan pembangunan kawasan tersebut.

Sekitar tahun 1943 upahnya dikasih beras atau gula, seperempat kilogram, kerjanya dari jam enam sampai jam 12 siang. Yang kerja banyak warga sini, ujar Sukarsih.

Sukarsih bahkan memiliki foto dokumentasi dari kegiatan pertambangan tersebut. Foto yang dibuat tahun 1943 itu diperolehnya dari mantan Kepada Desa Tegalpanjang (alm.) Haji Apandi.

Tags :
BERITA TERKAIT